Masyarakat Pulau Obi Beli Premium dan Solar Rp 11 Ribu per Liter

Penulis: Safrezi Fitra

15/3/2019, 19.35 WIB

Mahalnya BBM membuat tarif angkutan untuk rute Jikotamo-Anggai yang jaraknya hanya 8 kilometer, mencapai Rp 50 ribu per orang.

Masyarakat Pulau Obi, Maluku Utara membeli BBM Premium dan Solar dengan harga Rp 11 ribu per liter
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA
Program BBM Satu Harga

Masyarakat Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut) kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) sesuai harga standar. Masyarakat membeli bensin premium dan solar di pulau tersebut dengan harga Rp 11 ribu per liter.

Seperti dikutip Antara, tokoh masyarakat Pulau Obi, Djainal mengatakan pengecer menjual BBM dengan harga yang mahal. Para pengecer ini mendapat BBM dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kalau pasokan BBM dari Pertamina agak terlambat, misalnya hambatan cuaca ekstrim di perairan Halmahera Selatan, para pengecer menjual sampai Rp 20 ribu per liter.

Sebenarnya sudah ada beberapa SPBU di pulau tersebut yang menjual harga BBM dengan harga standar. "Adanya SPBU di Pulau Obi seharusnya akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan BBM, baik premium maupun solar sesuai harga standar, tetapi faktanya tidak seperti itu," kata Djainal di Ternate, Jumat (15/3).

(Baca: Pertamina Akan Tambah 39 Penyalur BBM Satu Harga Tahun Ini)

Dia menceritakan SPBU yang terletak di Jiko Kahe, Kecamatan Obi menjual BBM sesuai harga standar kepada masyarakat hanya satu hari setelah menerima pasokan BBM dari Pertamina Labuha. Namun, hari-hari berikutnya tidak melayani pembelian, dengan alasan stoknya habis.

Menurutnya, BBM yang dipasok ke SPBU itu menggunakan kapal sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai Pertamina kembali memasok. Biasanya pasokan BBM dari Pertamina datang sekali dalam satu bulan. 

Tetapi, kata Djainal, pihak SPBU menjual sebagian besar BBM yang dipasok Pertamina kepada para pengecer dari berbagai wilayah, sehingga stoknya cepat habis. Alhasil, masyarakat di pulau penghasil tambang nikel terpaksa harus membeli kepada pengecer dengan harga mahal.

Sulitnya masyarakat mendapatkan BBM sesuai harga standar mengakibatkan pemilik angkutan umum memasang tarif angkutan umu lebih mahal. Djainal mencontohkan tarif angkutan untuk rute Jikotamo-Anggai yang jaraknya hanya 8 kilometer, mencapai Rp 50 ribu per orang.

Djainal berharap Pertamina tidak membiarkan SPBU di Pulau Obi menjual BBM bersubsidi kepada para pengecer. Dengan begitu, masyarakat setempat setiap saat bisa mendapatkan BBM sesuai harga standar.

(Baca: Penyaluran BBM Satu Harga Lampaui Target)

 

 

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha