Sandiaga Akan Angkat Masalah BPJS Hingga Ojek Online saat Debat Ke-3

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

15/3/2019, 11.04 WIB

Sandiaga akan sampaikan persoalan yang ditemuinya saat berkampanye ribuan titik, mulai dari BPJS hingga ojek online.

Sandiaga Uno
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat syukuran memperingati 1.000 titik kampanye pada awal Januari 2019. Sandi akan membagi pengalaman kampanye saat debat ketiga.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menilai Sandiaga akan membawa pengalamannya selama kampanye ke lebih dari 1300 titik dalam debat ketiga Pilpres 2019. Selama kampanye tersebut Sandiaga banyak mendapat masukan persoalan masyarakat mulai dari BPJS Kesehatan hingga ojek online.

Andre mencontohkan, selama kampanye masyarakat kerap mengeluh kepada Sandiaga mengenai layanan BPJS Kesehatan. Menurut Andre, akar masalah dari buruknya layanan BPJS Kesehatan karena menumpuknya tunggakan hingga triliunan rupiah.

Pada 2018 lalu BPJS Kesehatan mengalami defisit hingga Rp 16,8 triliun. Angka defisit ini meningkat drastis jika dibandingkan ketika BPJS Kesehatan diluncurkan pada 2014 lalu. Kala itu defisit BPJS Kesehatan tercatat sebesar Rp 3,3 triliun.

(Baca: Survei SMRC: Pendukung Prabowo-Sandi Lebih Meragukan Kinerja KPU)

Karena itu, Sandiaga dalam debat akan menjanjikan pemberian anggaran secara langsung untuk BPJS Kesehatan agar tidak lagi terjadi tunggakan. "Zaman Prabowo-Sandi jadi presiden, ini anggarannya kami sediakan," kata Andre di Jakarta, Kamis (14/3).

Masalah lain yang kerap dikeluhkan masyarakat selama Sandiaga berkampanye adalah mengenai tenaga kerja asing (TKA). Andre menuding banyak supir bus hingga buruh kasar yang berasal dari Tiongkok saat ini.

Andre lantas menyebut Sandiaga pada debat ketiga akan berjanji meniadakan tenaga kerja asing ini. "Investasi asing boleh, silakan, tapi jangan sampai negara asing yang bawa uang ke Indonesia itu bisa mengatur-atur," kata Andre.

Sandiaga juga kerap mendapat keluhan soal tenaga kerja kontrak. Menurut Andre, sistem tenaga kerja kontrak tersebut akan dihapuskan ketika Prabowo-Sandiaga memimpin. Selain itu, Sandiaga berjanji memberikan peluang bagi pengendara ojek online untuk berserikat.

Di tema pendidikan, Sandiaga akan menyampaikan gagasannya untuk mengangkat guru honorer sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara bertahap selama lima tahun. Selain itu, guru honorer akan digaji 2-3 kali setiap bulannya. Alhasil, mereka akan memiliki upah layak.

"Minimal (pendapatan guru honorer) sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR)," kata Andre. (Baca: Saran LIPI dan Lembaga Survei agar Cawapres Menang Saat Debat)

Debat ketiga Pilpres akan dilaksanakan pada 17 Maret 2019 di Hotel Sultan, Jakarta. Debat antara Sandiaga dan Ma'ruf Amin ini akan membahas tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

Debat akan dimoderatori oleh Alfito Deannova dan Putri Ayuningtyas. Alfito saat ini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Detik.com. Sementara itu, Putri merupakan jurnalis CNN TV Indonesia.

Adapun, KPU memutuskan hanya akan mengundang 75 orang dari masing-masing pendukung kandidat. Selain itu, KPU juga mengirimkan undangan untuk 300 orang. Dengan demikian, total undangan yang akan hadir pada debat ketiga sebanyak 450 orang.

(Baca: Cegah Debat Ketiga Pilpres Ricuh, 6 Orang Ditunjuk Jadi Komite Damai)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha