Walikota Tangerang Selatan Tunggu Kajian MRT untuk Perpanjang Rute

Penulis: Michael Reily

Editor: Sorta Tobing

21/3/2019, 16.20 WIB

Menurut Airin, perpanjangan rute jalur MRT ke Tangerang Selatan yang memungkinkan adalah Ciputat-Pondok Cabe-Pamulang-Rawa Buntu atau menyusuri tol JORR.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menyatakan masih menunggu kajian PT Mass Rapid Transit Jakarta untuk perpanjangan rute Moda Raya Terpadu (MRT) ke Tangerang Selatan.

"Saya harap MRT tidak hanya berhenti di Lebak Bulus saja, bisa tembus juga sampai Tangerang Selatan," kata dia kepada Katadata.co.id di Tangerang Selatan, Kamis (21/3).

Menurut Airin, perpanjangan rute jalur MRT yang memungkinkan adalah Ciputat-Pondok Cabe-Pamulang-Rawa Buntu atau menyusuri sepanjang tol Jakarta Outer Ring Road.

Namun, Airin belum mengungkapkan rute MRT di Tangerang Selatan bakal lewat bawah tanah atau jalur layang. Semua pengukuran dan perbandingan untuk kenyamanan penumpang masih menunggu kajian dari MRT.

(Baca: Menjajal MRT, Jokowi Sebut Simbol Peradaban Baru Jakarta)

MRT saat ini sedang melakukan uji kelayakan yang tenggatnya selesai pada Juni 2019. Setelah itu, hasil kajiannya akan diteruskan ke Gubernur Banten.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah meminta integrasi transportasi wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Dalam Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara beberapa waktu lalu, pemerintah sepakat rute MRT harus mencapai 200 kilometer dalam waktu 10 tahun.

(Baca: Menteri Basuki Samakan MRT Jakarta dengan Jepang)

Jokowi mengatakan, integrasi transportasi wilayah Jabodetabek tak bisa ditunda lagi. Pemerintah akan mempercepat sistem jaringan transportasi antarwilayah tersebut. “Kerugian karena kemacetan mencapai Rp 65 triliun setiap tahun, bahkan sampai Rp 100 triliun,” katanya.

Ia meminta egosektoral, seperti antarkementerian dan antardaerah, bisa dihilangkan. Kerugian akibat kemacetan yang besar sudah masuk dalam ranah kepentingan nasional.

Tarif MRT Jakarta

MRT Jakarta akan beroperasi penuh pada pekan depan. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan berapa tarif untuk memakai moda transportasi kereta cepat tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Basweda mengatakan, tarifnya masih dalam tahap finalisasi dengan DPRD. Nilainya akan diumumkan sebelum MRT diresmikan oleh Jokowi pada Senin depan.

(Baca: Antusias Warga Mencoba Transportasi Baru Jakarta: Kereta MRT)

Tarif MRT bakal dihitung menurut jarak antar stasiun naik dan turunnya penumpang. "Perhitungannya sudah lengkap, rata-rata kira-kira Rp 1.000 per kilometer," kata dia.

Dia tidak memberikan perkiraan batas maksimal tarif MRT. Sebab, jika fase kedua dan fase ketiga MRT berlaku, terdapat lebih dari 10 stasiun yang akan tersambung. Fase kedua adalah jalur Bundaran HI sampai Kampung Bandan, serta fase ketiga rute Balaraja sampai Cikarang.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan