MRT Fase III Cikarang - Balaraja akan Mulai Dibangun Kuartal II 2020

Penulis: Rizka Gusti Anggraini

Editor: Ekarina

24/3/2019, 17.22 WIB

"Untuk tahap II paling cepat akhir bulan ini atau awal bulan depan. Karena kontraktor dan tender sudah ada," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Moda raya terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta resmi memulai operasional terbatas dalam rangka uji coba publik pada hari ini, Selasa (12/3). Pada operasi hari ini, MRT Jakarta akan mengangkut sebanyak 4 ribu penumpang mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WI
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Moda raya terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta resmi memulai operasional terbatas dalam rangka uji coba publik pada hari ini, Selasa (12/3). Pada operasi hari ini, MRT Jakarta akan mengangkut sebanyak 4 ribu penumpang mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan jalur Mass Rapid Transit (MRT) tahap III sepanjang 78 kilo meter (km) yang menghubungkan  Cikarang hingga Balaraja dapat dimulai pada kuartal II 2020. Dengan jalur tersebut, maka nantinya akan terdapat 100 km jalur MRT yang terbangun.

Budi mengatakan, pemerintah bercita-cita menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota besar dengan fasilitas transportasi umum yang paripurna. Harapannya, setelah fase I dan II terbangun pada 2024, bisa mengurai masalah kemacetan Ibu Kota.

Sejumlah moda transportasi mulai dibangun secara bertahap. Setelah MRT fase pertama rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)- Lebak Bulus rampung dan akan beroperasi komersial, pembangunan jalur MRT siap dilajutkan ke fase berikutnya. 

(Baca: Resmi Meluncur, MRT Operasikan 8 Rangkaian untuk Angkut Penumpang)

Budi mengatakan, pembangunan jalur MRT fase II sepanjang 8 km yang menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia (HI) - Kota Tua akan mulai dikerjakan akhir bulan ini.

"Untuk tahap II paling cepat akhir bulan ini atau awal bulan depan. Karena kontraktor dan tender sudah ada," kata Budi Karya usai peresmian MRT di Jakarta, Minggu (24/3).

Adapun jalur MRT fase kedua nanti akan dilengkapi dengan delapan stasiun, yaitu mulai dari Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, hingga ke Kota Tua. Total investasi yang diperlukan untuk membangun jalur MRT fase II yakni sekitar Rp 22,5 triliun.

(Baca: Resmikan MRT Jakarta Fase I, Jokowi: Ini Budaya Baru Transportasi RI)

Sebelumnya, setelah ditunggu sekian lama Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meresmikan moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) fase pertama.

Pemerintah telah merampungkan pembangunan MRT Jakarta fase I dengan rute Bundaran HI-Lebak Bulus yang terdiri dari 13 stasiun. MRT akan beroperasi dengan 8 rangkaian mulai pukul 05.30 sampai dengan 22.30 WIB selama Maret dan April.

Setelah itu, jumlah rangkaian ditingkatkan menjadi 16 buah yang juga disertai dengan penambahan jam operasional mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.

Meski telah diresmikan pada hari ini, MRT Jakarta fase 1 baru resmi beroperasi komersil pada 1 April mendatang. Sedangkan untuk seminggu ke depan atau terhitung pada 25-31 Maret 2019, penggunaan kereta MRT masih digratiskan.

Pembelian tiket MRT dapat dilakukan di vending machine dan sales office di setiap stasiun MRT Jakarta. “Bagi yang belum mencoba, silahkan besok langsung dicoba. Mumpung masih gratis. Karena nanti sebulan lagi, bayar,” kata Jokowi.

(Baca: Walikota Tangerang Selatan Tunggu Kajian MRT untuk Perpanjang Rute)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pembangunan MRT fase 1 ini sebagai sebuah terobosan infrastruktur untuk mengatasi masalah transportasi di DKI Jakarta.

Reporter: Rizka Gusti Anggraini

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha