Suvei BI: Inflasi Akhir Maret 0,14%, Terdorong Harga Tiket Pesawat

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

29/3/2019, 19.35 WIB

Kenaikan harga tiket pesawat turut mendorong inflasi, meski kontribusinya kecil.

Bandara Ngurah Rai
ANTARA FOTO/Wira Suryantala
Sejumlah penumpang mencari informasi jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (29/6). Kenaikan harga tiket pesawat diprediksi berdampak terhadap inflasi.

Hasil survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan tingkat inflasi pada pekan keempat Maret 2019 mencapai 0,14% secara bulanan (month to month) dan mencapai 2,51% secara tahunan (year on year). Sementara sejak awal tahun, inflasi masih terjaga 0,39% (year to date).

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan inflasi tersebut salah satunya terdorong  oleh kenaikan tarif tiket pesawat. Namun, dia menilai kontribusi angkutan udara terhadap inflasi masih kecil. "Kontribusinya sekitar 0,02%," kata dia di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (29/3).

(Baca: BI Proyeksikan Inflasi Pekan Pertama Maret 0,07%)

Selain angkutan udara, penyumbang inflasi lainnya juga diperkirakan berasal dari bawang merah sebesar 0,13%, bawang putih 0,04%, cabai rawit 0,01%, dan air minum kemasan 0,01%. Sementara itu, beberapa komoditas yang menyumbang deflasi adalah daging ayam ras sebesar 0,06%, telur ayam ras -0,02%, beras, wortel, dan bensin, masing-masing sebesar 0,01%.

Meski inflasi tergolong rendah, Dody memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Hal ini akan tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang akan meningkat menjadi 127,9 poin. Artinya angka tersebut naik dibandingkan Indeks Keyakinan Konsumen pada Februari sebesar 125,1.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pada Februari 2019 terjadi deflasi sebesar 0,08% secara bulanan dan sebesar 2,57% secara tahunan karena penurunan harga berbagai bahan makanan.

(Baca: Ditopang Bansos, BI Hitung Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2019 di 5,2%)

Deflasi pada Februari secara bulanan tersebut merupakan pencapaian terbaik untuk periode yang sama sejak 2017. "Harga kebutuhan masyarakat cukup rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti.

Pemerintah dan BI telah menargetkan inflasi tahun ini berada di rentang 2,5% hingga 4,5%, atau sama dengan target tahun lalu. Pada 2018, inflasi mencapai 3,13% atau di bawah titik tengah target. Inflasi tersebut juga tercapai di tengah gejolak nilai tukar rupiah pada 2018. Tahun depan, target inflasi diharapkan bisa ditekan lebih rendah lagi di rentang 2% hingga 4%.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan