Menteri Tjahyo Ingatkan Kepala Daerah untuk Cuti ketika Berkampanye

Penulis: Muchamad Nafi

2/4/2019, 16.42 WIB

Kepala daerah yang ikut kampanye juga diimbau tidak melibatkan pegawainya, mobil dinas, ataupun pengawal.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengimbau kepala daerah yang ikut kampanye tidak melibatkan pegawainya, mobil dinas, ataupun pengawal.
Katadata
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (tengah) bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo (kanan) dan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi (kiri).

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan kepala daerah yang ikut berkampanye mendukung calon presiden (capres) harus mengajukan cuti. Sebab, mereka mengemban jabatan publik sekaligus politis.

Ketentuan itu juga berlaku bagi pejabat pemerintah seperti dirinya. “Kepala daerah juga, kalau bukan hari Sabtu-Minggu harus izin lewat Gubernur atau Mendagri. Saya juga harus izin ke Mensesneg kalau mau kampanye,” kata Tjahyo usai menjadi pembicara di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Selasa (2/4).

(Baca: Jokowi Kampanye di Palembang, Prabowo Pertebal Suara di Sumbar)

Dia juga mengimbau kepala daerah yang ikut kampanye tidak melibatkan pegawainya, mobil dinas, ataupun pengawal. Sebab, itu semua merupakan aset daerah, sehingga mesti dipisahkan peruntukannya dari kegiatan politik.

Tjahyo juga menegaskan akan netralitas kepala daerah maupun aparatur sipil negara (ASN) dan harus menjaga diri sesuai aturan. Dia pun mengajak kepala daerah untuk bersama-sama memerangi penyebaran berita bohong atau hoaks, terutama saat masa-masa kampanye seperti saat ini.

Pemilihan umum serentak akan digelar 17 April 2019. Pertama melaksanakan pemilihan legislatif untuk memilih anggota DPRD II, DPRD I, DPR RI, dan DPD. Pada waktu bersamaan juga memilih presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. Pemilihan presiden diikuti Joko Widodo-Ma'ruf Amin di nomor urut 01, serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di nomor urut 02.

Para Menteri Ramai-ramai Ajukan Cuti Kampanye

Sejak kampanye terbuka Pilpres 2019 digelar Minggu, 24 Maret 2019, beberapa menteri kabinet kerja mengajukan cuti untuk bergiliran mengikuti kampanye. Beberapa menteri yang menjadi juru kampanye nasional di antaranya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Kemudian, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakni Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakiri. Lalu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem). 

(Baca: Gelar Kampanye Terbuka, Jokowi ke Papua, Prabowo Pilih ke Jawa Tengah)

Menurut Sekretari Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, para menteri bersama para relawan bakal disebar ke beberapa provinsi, terutama untuk jadwal di hari sabtu dan minggu. “Karena ada 17 provinsi kampanye serentak. Jadi, paling tidak, diperlukan minimum 17 juru kampanye di tingkat nasional pada saat bersamaan,” kata Hasto.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan