Asosiasi Pengusaha Makanan Minuman Harap Kisruh TPS Food Cepat Selesai
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman berharap, masalah yang sedang dihadapi oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) atau TPS Food dapat diselesaikan secara damai. Dengan begitu, perusahaan dapat berkontribusi kembali terhadap perekonomian Indonesia.
"Saya ingin TPS Food kembali pulih menjadi aset nasional yang bisa diandalkan, berkontribusi bagi perekonomian kita," kata Adhi ketika ditemui di Jakarta, Kamis (4/4).
Masalah yang sedang dihadapi TPS Food sudah bergulir sejak tahun lalu. Pemicunya, dualisme kepemimpinan di produsen merek dagang Taro tersebut. Kubu komisaris mengangkat Hengky Koestanto sebagai direktur utama menggantikan Joko Mogoginta. Pengangkatan itu diklaim telah mendapat persetujuan 56% pemegang saham yang hadir di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Oktober tahun lalu.
(Baca: Direksi TPS Food Kubu Joko Mogoginta Enggan Hadiri RUPSLB)
Menurut Adhi, Joko yang merupakan pendiri dan pemilik TPS Food, memiliki intuisi yang bagus untuk mengembangkan perusahaan. Karena itu, ia menilai tidak logis jika Joko dianggap melakukan penyimpangan dan penyelewengan.
"Apa yang dikerjakan Joko, itu untuk karyawannya, untuk mengembangkan perusahannya. Ini sebetulnya aset yang luar biasa, harus kita jaga, kembalikan, dan pulihkan," kata Adhi.
(Baca: Dorong Restrukturisasi, TPS Food Jajaki Masuknya Investor Baru)
Ia ingin kasus di TPS Food bisa cepat selesai dengan damai. Menurut dia, ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan secara damai.
Kubu Joko baru saja melaporkan pihak-pihak yang bertanggung jawab menyebarkan laporan audit investigasi Ernest & Young (EY) ke Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jakarta pada 2 April lalu. Direksi baru dan EY dianggap telah membuat laporan inkonklusif dan tendensius.
(Baca: RUPS Buntu, Joko Mogoginta Ngotot Tetap Jabat Dirut TPS Food)
Menurut Adhi, cara yang ditempuh oleh Joko bukan cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah. Semua pihak mengalami kerugian, termasuk para investor.
Dia menyarankan untuk kedua kubu dapat duduk bersama-sama untuk menemukan jalan keluar. "Semua ini silahkan melihat fakta dan data yang ada. Tidak beropini apa lagi melanggar hukum, norma-norma yang ada," kata Adhi.
(Baca: Kisruh TPS Food: Laporan Keuangan Ditolak, Presdir Cabut dari RUPS)
Hasil audit EY
Direksi versi komisaris pada pekan lalu mempublikasikan hasil audit investigasi kantor akuntan publik EY. Dari laporan yang dapat diakses melalui situs Bursa Efek Indonesia, ditemukan adanya penggelembungan dana senilai Rp 4 triliun pada akun piutang usaha, persediaan, dan aset tetap TPS Food.
Selain itu, ada juga penggelembungan uang Rp 662 miliar pada penjualan dan Rp 329 miliar. pada EBITDA. EY juga menemukan aliran dana sebesar Rp 1,78 triliun dengan berbagai skema dari perusahaan kepada pihak-pihak yang diduga terafiliasi dengan manajemen lama.
