Startup Edukasi Keuangan Jouska Gaet 2 Ribu Klien dalam 4 Tahun

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

6/4/2019, 15.13 WIB

Jouska mendapat lebih banyak pengguna berkat Instagram.

(kiri-kanan) Monita Moerdani, VP Transport Marketing GOJEK; Ivan Muliadi, CEO SIAGA; Farah Dini Novita, CO-CEO Jouska saat acara diskusi peluncuran Bengkel Belajar Mitra (BBM) yang merupakan wadah pelatihan khusus bagi mitra driver, Jumat (5/4).
Gojek
(kiri-kanan) Monita Moerdani, VP Transport Marketing GOJEK; Ivan Muliadi, CEO SIAGA; Farah Dini Novita, CO-CEO Jouska saat acara diskusi peluncuran Bengkel Belajar Mitra (BBM) yang merupakan wadah pelatihan khusus bagi mitra driver, Jumat (5/4).

Kenaikan harga aset yang lebih tinggi ketimbang gaji menimbulkan ancaman middle income trap bagi generasi muda. Apalagi, bagi milenial yang cenderung menghabiskan gaji untuk barang konsumtif, bukan belanja aset produktif.

Jouska Indonesia - perusahaan perencanaan keuangan independen - mengambil posisi untuk edukasi masyarakat terhadap pentingnya kontrol finansial. "Tidak ada yang salah dalam melakukan konsumsi, tetapi harus ada perhitungan. Kami melihat harus ada perubahan kebiasaan supaya orang belajar mengelola keuangan lebih baik," kata Co-Chief Executive Officer (CEO) Jouska Farah Dini Novita di Jakarta, Jumat (5/4).

Farah mengungkapkan, Jouska terbentuk sejak tahun 2015, saat masih banyak orang skeptis terhadap pentingnya pengelolaan keuangan. Sebab, klien harus menceritakan penghasilan serta detail penggunaan dari gaji yang mereka punya. Apalagi, masih banyak orang yang menghabiskan uang untuk cicilan.

(Baca: Tips Menyiapkan Dana Pensiun untuk Milenial )

Menurutnya, penggunaan uang berhubungan erat dengan emosi pemiliknya. Sehingga, butuh pihak ketiga yang memberikan saran terkait pengelolaan dan perencanaan yang lebih baik. Jouska memiliki visi untuk menjadi bagian dalam peningkatan literasi ekonomi masyarakat, terutama pendapatan level menengah yang ingin naik kelas.

Farah mengungkapkan, pesan pengelolaan keuangan secara personal kadang sulit untuk diterima. Oleh karena itu, Jouska meningkatkan proses penyebaran informasi melalui media sosial Instagram sejak 2017. Sekarang, jumlah pengikut akun ofisial @jouska_id mencapai 361 ribu orang.

Dia menambahkan, masyarakat menyukai gaya penceritaan bebas yang lebih santai daripada definisi tentang produk finansial yang kaku. Sampai sekarang, Jouska telah memiliki portofolio sebanyak 2 ribu klien. "Pertumbuhan paling terasa sejak kami fokus dalam Instagram, ternyata masyarakat lebih mudah menerima," ujar Farah.

(Baca: Beli SBR006 Dengan Rp 1 Juta, Ini Nilai Imbal Hasilnya untuk Investor)

Dia menyebutkan, layanan satu tahun Jouska seharga Rp 12 juta dengan fitur manajemen keuangan, alokasi aset, pembayaran utang jika ada, ulasan cicilan rumah, serta investasi. Sementara, proses kontrol secara berkala melalui aplikasi Jouska via iOS dan Android. Klien Jouska juga bisa mengagendakan pertemuan secara langsung dengan tarif sebesar Rp 1 juta untuk dua jam diskusi.

Menurut Farah, 70% kliennya didominasi oleh perempuan. Sementara, sudah ada sekitar 40 orang yang bekerja dalam perencanaan keuangan klien.

Jouska menjelaskan ada tiga hal yang harus diperhatikan agar dapat membuat keputusan finansial lebih tepat. Pertama, persiapan dana cadangan jika kondisi darurat. Kedua, asuransi jiwa karena tidak ada industri yang aman. Terakhir, investasi sejak dini. "Investasi tidak ada yang hasilnya cepat," kata Farah lagi.

(Baca: Rudiantara Sebut Program Literasi Digital Perlu Dikaji Ulang)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan