Luncurkan Fitur Baru, BCA Target Rekening Baru Naik Dua Kali Lipat

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Agung Jatmiko

11/4/2019, 20.03 WIB

BCA pasang target penambahan 1 juta pembukaan rekening baru per tahun lewat layanan digital terbarunya.

BCA, BCA Mobile, Perbankan
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi Layanan Bank Central Asia

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan penambahan rekening baru sebanyak 1 juta per tahunnya dibuka melalui dunia maya (online). Target ini dicanangkan menyusul peluncuran layanan pembukaan rekening secara online hari Kamis (11/4). Selama 30 hari uji coba layanan online ini, 8.000 rekening baru telah dibuka secara online.

Wakil Presiden Direktur BCA Armand Wahyudi Hartono mengatakan, setiap tahunnya BCA melayani sekitar 1 juta pembukaan rekening baru melalui cara konvensional. "Dengan pembukaan rekening online ini, kalau lancar, (rekening baru) bisa bertambah dua kali lipat. Ini sesuatu yang baru dan harus kita coba secara bertahap," katanya dalam acara Launching Pembukaan Rekening via BCA Mobile di Jakarta, Kamis (11/4).

Pada kesempatan yang sama Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, terobosan ini diterapkan karena pihaknya ingin memanfaatkan transformasi digital yang saat ini menjadi tren. Ia menambahkan, transformasi digital mendorong perbankan untuk melakukan efisiensi dan kenyamanan yang lebih baik bagi nasabah.

(Baca: Penyaluran Kredit BCA Kuartal I 2019 Diproyeksi Tumbuh 13%)

"Melalui terobosan digital, pembukaan rekening baru atau rekening tambahan dengan tujuan tertentu, dapat dilakukan lebih mudah, lebih singkat, kapan saja dan di mana saja," ujar Jahja.

Melalui aplikasi BCA mobile, pembukaan rekening dinilai semakin mudah karena nasabah hanya perlu mengunduh aplikasi BCA mobile dan memilih fitur 'Buka Rekening Baru' pada halaman utama BCA mobile. Untuk mengunduhnya, calon nasabah dapat melakukannya lewat smartphone berbasis berbasis Android dan iOS.

Untuk bisa membuka rekening secara online, calon nasabah perlu menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nantinya, data-data yang dimasukkan calon nasabah berserta foto KTP akan dilakukan pengecekan dan dicocokan dengan data yang ada di Dukcapil. Jahja pun memastikan, layanan digital ini sudah teruji keamanannya dan sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

(Baca: Rencana BCA Akuisisi Bank Kecil Mundur karena Masalah Harga)

Setelah menginput data dan verifikasi, calon nasabah perlu melakukan setoran awal minimal Rp 50 ribu, baik melalui transfer ke rekening maupun setor tunai tanpa kartu di ATM BCA. "Buka Rekening melalui BCA mobile ini juga mengedepankan cordless, di mana nasabah tidak perlu memiliki kartu fisik untuk bertransaksi," kata Jahja.

Ia menjelaskan, ada tiga produk tabungan yang bisa dibuka secara online sejauh ini, yaitu Tahapan, Tahapan Gold, dan Tahapan Xpresi. Jahja menambahkan, BCA belum mau menjajaki pemberian pinjaman secara online (peer to peer lending/P2P) karena masih berisiko bermasalah.

Meski semakin mudahnya pembukaan rekening nasabah, Jahja mengatakan rasio dana murah atau Current Account Saving  Account (CASA) terhadap total seluruh Dana Pihak Ketiga (DPK) bakal dijaga di angka 77%. Bahkan, rasio tersebut bisa diturunkan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan melalui deposito, jika permintaan akan kredit bertambah. "Tapi, tergantung kalau penyaluran kredit agresif, kami mungkin turunkan CASA jadi 76%. Tergantung kebutuhan dana saja nanti," kata Jahja.

(Baca: Konservatif, BCA Bidik Pertumbuhan Kredit 8%-9% Tahun Ini )

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan