Hasil Riset: Apple Kuasai Pasar Smartphone Premium

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

18/4/2019, 19.14 WIB

Penjualan smartphone premium tumbuh 14 % secara tahunan. Padahal penjualan smartphone global turun tiga persen.

Apple, Penjualan Ponsel, Samsung, Huawei, pangsa pasar smartphone premium, telpon pintar
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi smartphone premium.

Perusahaan riset Counterpoint Research mencatat, penjualan ponsel pintar (smartphone) premium seharga lebih dari US$ 400 atau sekitar Rp 5,6 juta tumbuh 14% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2018. Padahal penjualan smartphone global turun tiga persen. Apple pun memimpin pasar smartphone premium.

Sepanjang 2018, Apple menguasai 51% pangsa pasar smartphone premium di dunia. Meski menduduki posisi pertama, pangsa pasar Apple untuk segmen ini turun dibanding 2017 yang sebesar 58%.

Penjualan ponsel Apple seri ultra-premium seharga US$ 800 atau sekitar Rp 1,2 juta tumbuh paling cepat. “Gawai ini paling menonjol, karena menyumbang hampir 80% dari ponsel yang terjual,” demikian dikutip dari GSM Arena, Selasa (16/4).

(Baca: Apple Luncurkan Aneka Layanan Baru: Kartu Kredit, Gim, TV, dan Berita)

Posisi kedua ditempati oleh Samsung, dengan 22% pangsa pasar ponsel premium di 2018. Pencapaian ini juga turun dibanding 2017 yang sebesar 23%. Posisi ketiga diisi oleh Huawei yang pasarnya mencapai 10%. Pangsa pasar Huawei ini naik dibanding 2017 yang hanya delapan persen.

Tahun lalu menjadi kali pertama Huawei tembus pangsa pasar 10%. Menurut Counterpoint Research, pertumbuhan pangsa pasar Huawei ini ditopang oleh penjualan ponsel seri P20 dan Mate 20. Seri ponsel ini  fokus pada kamera, daya, dan desain sebagai fitur pembeda utama.

(Baca: Pendapatan Huawei Naik 25%, Meski Dilanda Isu Keamanan di AS)

Kemudian, posisi keempat dan kelima ditempati oleh OPPO dan OnePlus yang masing-masing memiliki pangsa pasar enam dan dua persen. Pangsa pasar kedua produsen smartphone ini naik dibanding 2017, yang masing-masing sebesar satu persen.

Menurut Counterpoint Research, pertumbuhan OPPO didukung oleh ponsel seri R15 dan R17 yang menyasar konsumen di Eropa. Lalu, kinerja OnePlus yang meningkat ditopang oleh penjualan OnePlus 6T. OnePlus fokus menyasar pasar Tiongkok, India, dan Eropa Barat.

(Baca: Laba Samsung Pada Kuartal I-2019 Diprediksi di Bawah Ekspektasi)

Kelima pemain ini pun menyumbang hampir 90% dari total penjualan smartphone premium pada tahun lalu. Secara keseluruhan, smartphone premium berkontribusi 22% terhadap total penjualan ponsel pada 2018.

Pertumbuhan penjualan ponsel segmen premium paling cepat terjadi Indonesia yakni 54%. Lalu, pertumbuhan segmen ponsel premium di Rusia, Kanada, Thailand, India, Brasil, dan Jepang.

Counterpoint Research memperkirakan, segmen smartphone premium masih akan tumbuh lebih dari 10 %. Fitur yang diminati seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), tiga kamera, tampilan layar penuh, dan konfigurasi memori yang lebih tinggi.

(Baca: Melonjak 150%, Erajaya Raup Laba Bersih Rp 850 Miliar pada 2018)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan