Kementerian Pariwisata Gandeng Booking.com, Incar Turis Asing

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

29/4/2019, 10.47 WIB

Pariwisata menjadi sektor unggulan Indonesia dengan target devisa Rp 280 triliun dan penyerapan tenaga kerja 13 juta orang.

Wisatawan beraktivitas di Pantai Geger, Nusa Dua, Bali, Kamis (2/3/2017)
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Wisatawan beraktivitas di Pantai Geger, Nusa Dua, Bali, Kamis (2/3/2017)

Kementerian Pariwisata menjalin kerja sama dengan Booking.com sebagai agen tiket online terbesar dunia untuk promosi Wonderful Indonesia. Target utama kemitraan adalah pengunjung dari Jerman, Inggris, Prancis, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Thailand, dan Taiwan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kementerian Pariwisata Nia Niscaya menjelaskan, Booking.com mencakup lebih dari 28 juta fasilitas akomodasi di dunia. "Kemitraan akan menunjukkan praktik terbaik global dalam pemasaran digital untuk mendukung pengembangan akomodasi lokal dan pariwisata," kata Nia, dikutip Senin (29/4).

Dia menjelaskan, kerja sama ini diharapkan dapat membantu pemerintah untuk mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019. Apalagi, sektor pariwisata menjadi sektor unggulan Indonesia dengan sasaran devisa Rp 280 triliun dan penyerapan tenaga kerja mencapai 13 juta orang.

(Baca: Menko Darmin: Menhub Serahkan Masalah Tiket Pesawat ke Kami)

Nia menambahkan, akses pemasaran secara digital bakal membantu peningkatan jumlah pengunjung, tetapi salurannya mesti tepat seperti kerja sama dengan pelaku usaha global. "Untuk memaksimalkan sektor pariwisata, kami juga telah memperkenalkan Go Digital Tourism sejak 2017," ujarnya.

Direktur Pelaksana Booking.com Asia Pasifik Angel Llull Mancas mengungkapkan, Booking.com memiliki potensi supaya para pengguna mampu menjelajahi dunia. Apalagi, platform pemasaran digital membuka pengguna skala global dengan mitra akomodasi mencapai jutaan unit secara keseluruhan.

Angel menyebutkan sektor pariwisata Indonesia sedang tumbuh sehingga peluang peningkatannya masih besar. Menurutnya, penerapan praktik digital akan menguntungkan semua pihak, wisatawan mancanegara serta pebisnis lokal.

(Baca: Tiket Pesawat Mahal, Okupansi Hotel Januari-April Anjlok hingga 40%)

Dia menuturkan kemitraan antara Booking.com dan Kementerian Pariwisata juga bakal berdampak positif terhadap pariwisata internasional. "Kami berharap kemitraan akan membantu menciptakan industri akomodasi digital dengan kapabilitas tinggi di Indonesia," kata Angel.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN