Jejak Destry Damayanti Menuju BI 2, dari Korporasi hingga Pansel KPK

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Safrezi Fitra

2/5/2019, 12.49 WIB

Destry merupakan sosok yang punya pengalaman panjang di sektor ekonomi dan keuangan.

destry damayanti, deputi gubernur BI, bank indonesia, LPS
Katadata/Arief Kamaludin
Destry Damayanti

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menunjuk Destry Damayanti sebagai calon tunggal Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) menggantikan Mirza Adityaswara. Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini akan melalui uji kepatutan dan kelaikan di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menentukan lolos tidaknya dia jadi pejabat bank sentral.

Ketua DPR Bambang Soesatyo memastikan nama Destry telah disodorkan Jokowi kepada parlemen sebagai calon tunggal Deputi Gubernur Senior BI. Pencalonan Destry akan dibahas DPR setelah masa persidangan kembali berjalan tanggal 7 Mei mendatang.

Apabila terpilih, Destry otomatis menjadi pejabat tertinggi kedua bank sentral setelah Gubernur Perry Warjiyo. Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia, disebutkan Deputi Gubernur Senior bekerja sebagai wakil pemimpin di BI meski merangkap sebagai Dewan Gubernur. 

(Baca: Dipilih Jokowi, Destry Segera Uji Kelayakan sebagai Deputi Gubernur BI)

"Destry Damayanti yang diajukan, calon tunggal," kata Bambang, seperti dikutip dari Antara, Selasa (30/4). Jika lolos, Destry paling tidak akan menjabat selama lima tahun dan dapat diangkat kembali untuk jabatan serupa paling banyak satu kali masa jabatan.

Destry merupakan sosok yang punya pengalaman panjang di sektor ekonomi dan keuangan. Sebelum di LPS, Wanita kelahiran 16 Desember 1963 itu sempat berkarier di sektor fiskal, yakni di Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM), Kementerian Keuangan dari 1992 hingga 1997. Setelahnya, dia menjadi ekonom Citibank Indonesia hingga 2000.

Usai Citibank, Destry melanjutkan kariernya sebagai Senior Economic Advisor Kedutaan Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia periode 2000-2003. Selain itu lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu sempat mengajar di almamaternya pada 2005-2011. Bersamaan dengan itu, dia juga sempat menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas sepanjang 2006-2011.

(Baca juga: BI: Maret 2019, Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat)

Lepas dari Mandiri Sekuritas, wanita yang memiliki gelar pendidikan Master of Science dari Cornell University Amerika Serikat itu juga melanjutkan kariernya sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015. Di sela-sela pekerjaan sebagai ekonom bank plat merah itu, Destry juga mendapat tugas menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Nama Destry sempat menjadi perhatian ketika ditunjuk Jokowi sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama 8 orang anggota lainnya. Ini buntut beberapa kasus hukum yang mengarah pada Abraham Samad dan Bambang Widjojanto sebagai pimpinan KPK saat itu. 

Destry saat itu bekerja dan membawahi sejumlah pakar yakni Enny Nurbaningsih, Betty Alisjahbana, Harkristuti Harkrisnowo, Supra Wimbarti, Yenti Garnasih, Methia Ganie Rochman, Supra Wimbarti, Diani Sadiawati, hingga Natalia Soebagyo. Dari hasil seleksi, terpilihlah Ketua KPK baru yakni Agus Rahardjo. Selesai bertugas, Destry lalu ditunjuk oleh Jokowi sebagai Anggota Dewan Komisioner LPS hingga saat ini.

(Baca: Mantan Deputi Gubernur BI Ditunjuk Sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN