Dorong Ekonomi Kreatif, Bekraf Sebar 56 Desainer di Lima Daerah

Penulis: Michael Reily

Editor: Martha Ruth Thertina

17/5/2019, 16.22 WIB

Para desainer tersebut terpilih dalam program IKKON 2019 dan akan ditempatkan di daerah selama setahun.

Perajin menyelesaikan kerajinan bingkai berbahan pasir pantai di salah satu sentra di Pagu Kediri, Jawa Timur, Selasa (10/10). Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menargetkan pendapatan industri kreatif nasional sepanjang 2017 bisa mencapai Rp1.000 triliun den
ANTARA FOTO/Irfan Anshori
Perajin menyelesaikan kerajinan bingkai berbahan pasir pantai di salah satu sentra di Pagu Kediri, Jawa Timur, Selasa (10/10/2017).

Sebanyak 56 desainer siap berkolaborasi dengan pengrajin lokal dalam program Inovatif, Kreatif Melalui Kolaborasi Nusantara atau IKKON 2019. Program besutan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ini bertujuan mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif di suatu daerah.  

Para desainer yang terpilih melalui jalur seleksi tersebut bakal ditempatkan di lima daerah yaitu Aceh Utara, Tanjung Pinang, Tomohon, Lombok Timur, serta Kupang. Direktur Edukasi Bekraf Poppy Savitri menyatakan para desainer terpilih memiliki kekhususan yaitu di bidang interior, komunikasi visual, dan produk.

"Mereka akan mengadopsi konsep live in designer, jadi bisa langsung berkolaborasi dengan pengrajin lokal," kata Poppy dalam keterangan resmi, Jumat (17/5). Para desainer tersebut akan ditempatkan di daerah selama satu tahun.

(Baca: Dorong Ekspor, Bekraf Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Thailand )

Bekraf telah menyelenggarakan program IKKON sejak 2016. IKKON memungkinkan desainer terpilih dan pengrajin lokal melakukan kolaborasi untuk menghasilkan produk dengan menonjolkan potensi dan ciri khas daerah setempat.

Hingga saat ini, Bekraf telah memfasilitasi sekitar 15 kota/kabupaten untuk mendapatkan pendukungan pengembangan ekonomi kreatif di wilayahnya. Tahun lalu, peserta IKKON dikirim untuk pengembangan ekonomi kreatif di Siak, Riau; Belitung, Bangka Belitung; Singkawang, Kalimantan Barat; Dompu, Nusa Tenggara Barat; serta Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

(Baca: Indonesia Kirim Delegasi ke Pameran Seni Rupa Tertua di Dunia)

Tahun ini, Bekraf juga mulai menguji coba program Tol IKKON. Ini merupakan program kolaborasi untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif khususnya di daerah-daerah sekitar jalan tol. Langkah ini diambil di tengah risiko terhambatnya ekonomi di area tol.

Kabupaten Semarang terpilih menjadi lokasi pilot project Tol IKKON. Daerah ini dipilih karena memiliki banyak komunitas ekonomi kreatif. Bekraf menilai pengembangan ekonomi kreatif bisa dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan area istirahat ataupun area sekitar gerbang keluar tol.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan