Tambah Produksi, Blok Bentu Salurkan Gas ke Kilang Dumai Pertamina

Penulis: Ratna Iskana

20/5/2019, 18.16 WIB

Energi Mega Persada (EMP) mulai memproduksi gas melalui fasilitas produksi Segat Gas Plant II. Produksi awal sebesar 10 mmscfd.

produksi blok bentu energi mega persada
Katadata
Ilustrasi blok migas

Operator Blok Bentu, Energi Mega Persada (EMP), menyatakan pihaknya mulai memproduksi gas dari fasilitas produksi Segat Gas Plant II (SGP II) pada 7 Mei 2019. SGP II yang berada di Kabupaten Pelalawan, Riau ini memiliki kapasitas produksi 60 juta kaki kubik gas per hari (mmscfd).

Gas tersebut akan disalurkan untuk Refinery Unit II Dumai milik Pertamina. Ini sesuai perjanjian jual beli gas yang telah ditandatangani EMP Bentu Limited dengan Pertamina. Gas disalurkan melalui jaringan pipa gas milik Transportasi Gas Indonesia (TGI) dengan titik penyerahan gas di Segat Delivery Station (SDS).

(Baca: Energi Mega Persada Pastikan Dua Lapangan Gasnya Mulai Berproduksi)

CEO dan Direktur EMP Syailendra S. Bakrie menjelaskan, SGP II baru memproduksi 10 mmscfd. "Produksi gas tersebut diharapkan dapat segera meningkat menjadi di atas 45 mmscfd sesuai dengan perjanjian jual beli gas yang ada," kata dia seperti dikutip dari siaran pers, Senin (20/5).

Adapun waktu produksi SGP II sebetulnya mundur dari target awal yaitu pertengahan April 2019. Namun, belum ada penjelasan dari manajemen tentang kendala yang menyebabkan mundurnya produksi.

(Baca: Genjot Produksi, Grup Bakrie Tingkatkan Eksplorasi Migas )

SGP II merupakan pengembangan lanjutan dari Blok Bentu. Blok Bentu telah memproduksi gas sejak 2011 dengan menggunakan fasilitas produksi SGP I yang juga terletak di Kabupaten Pelalawan. Sebagian besar gas ini disalurkan ke Perusahaan Listrik negara (PLN) untuk pembangkit listrik di Pekanbaru, Riau. Pada kuartal I tahun ini, SGP I telah memproduk sekitar 45 mmscfd dari kapasitas 60 mmcfd. 

CFO dan Direktur EMP Edoardus A. Windoe mengapresiasi dukungan dari para pemangku kepentingan sehingga pihaknya mampu meningkatkan produksi. "Produksi tambahan ini akan berdampak positif terhadap pendapatan EMP," kata dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan