SKK Migas Optimistis Lifting Gas Blok Tangguh Capai Target Tahun Ini

Penulis: Ratna Iskana

20/5/2019, 21.36 WIB

Hingga April 2019, lifting gas dari BP Berau hanya sebesar 912 mmscfd dari target 1.050 mmscfd.

produksi blok tangguh
Katadata
ilustrasi Blok Migas

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat lifting gas dari Blok Tangguh yang dikelola BP Berau belum mencapai target. Hingga April 2019, lifting gas hanya sebesar 912 mmscfd dari target 1.050 mmscfd.

Namun, Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman optimistis target lifting tersebut bisa tercapai. Apalagi, realisasi produksi gas Blok Tangguh hingga April 2019 masih cukup bagus sebesar 1.148 mmscfd. Selain itu, tidak ada lagi rencana perawatan terjadwal. "Diusahakan maksimal untuk tetap tercapai," kata dia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Perawatan terjadwal disebut sebagai salah satu penyebab lifting gas Blok Tangguh tidak tercapai pada April. "Kami ada planned maintenance Train 1," ujar Media Relations Officer BP Indonesia Wigra Hanafiah kepada katadata.co.id, Senin (20/5). Sebelumnya, Fatar sempat menjelaskan, perawatan terjadwal atas Train I dilakukan selama 23 hari dari akhir Maret sampai awal April 2019.

(Baca: Train 1 Proyek Tangguh Berhenti Sementara, Produksi Gas Berkurang)

BP mengoperasikan Blok Tangguh yang memiliki enam lapangan gas di wilayah Kontrak Kerja Sama (KKS) Wiriagar, Berau, dan Muturi di Teluk Bintuni, Papua Barat. Blok Tangguh memiliki dua train. Kapasitasnya masing-masing 3,8 juta ton per tahun (MTPA), sehingga total 7,6 MTPA.

Pada akhir tahun ini, perusahaan menargetkan operasional train tiga dengan kapasitas sama 3,8 MTPA. Saat ini, proyek train tiga masih tahap konstruksi. Dengan demikian, bila train tiga beroperasi, total kapasitas produksi Blok Tangguh akan menjadi 11,4 MTPA.

BP memegang hak kelola 40,2% di Blok tersebut. Haknya meningkat dari semula 37,2 % setelah Talisman keluar. Adapun pengelola lainnya adalah MI Berau B.V sebesar 16,3 %, CNOOC Muturi Ltd 13,9 %, Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd 12,2 %, KG Berau Petroleum Ltd sebesar 8,6 %, KG Wiriagar Petroleum Ltd sebesar 1,44 % dan Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc sebesar 7,4 %.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan