Gojek Tumbuh Pesat, Nadiem Akui Kewalahan Pimpin 4 Ribu Pegawai

Penulis: Michael Reily

Editor: Desy Setyowati

21/5/2019, 00.00 WIB

Aplikasi Gojek diunduh lebih dari 142 juta kali per Maret 2019. Gojek juga sudah menggandeng lebih dari dua juta mitra pengemudi di Asia Tenggara.

CEO Gojek Nadiem Makarim kewalahan pimpin Gojek.
Arief Kamaludin | Katadata
CEO Gojek Nadiem Makarim kewalahan pimpin Gojek.

Chief Executive Officer (CEO) sekaligus pendiri Gojek Nadiem Makarim bercerita perihal tantangan yang ia hadapi untuk mengembangkan bisnisnya menjadi seperti sekarang ini. Ia merasa pertumbuhan Gojek sangat pesat dalam empat tahun terakhir.

Jumlah pegawai misalnya, naik signifikan dari 200 menjadi empat ribu orang saat ini. “Terus terang kewalahan. Kami mengejar pertumbuhan yang begitu pesat,” kata dia di Jakarta, Senin (20/5).

Cakupan Gojek juga meluas dengan cepat, dari satu kota menjadi 200 kabupaten. Bahkan, Gojek sudah hadir di empat negara. “Bagaimana kami bisa memastikan DNA, kultur dan dampak sosial tidak pernah luntur. Itu hal yang selalu membuat saya stress,” katanya.

(Baca: Disebut Jadi Decacorn, Nadiem: Pendanaan Gojek Selalu Mulus )

Sebagaimana diketahui, Gojek fokus menggandeng tim manajemen dan mitra lokal untuk bisa hadir di Singapura, Thailand, dan Vietnam. Ia pun harus memotivasi banyak pegawai baik di Indonesia maupun negara-negara lainnya  supaya bekerja sesuai dengan visi misi perusahaan.

Ekosistem Gojek yang semakin besar juga menjadi tantangan tersendiri bagi Nadiem. Per Maret 2019, aplikasi Gojek diunduh lebih dari 142 juta kali. Gojek juga sudah menggandeng lebih dari dua juta mitra pengemudi di Asia Tenggara.

Layanan pesan-antar makanan Gojek, yakni Go-Food juga sudah menggaet hampir 400 ribu mitra. Untuk fitur lainnya seperti Go-Massage atau Go-Clean, Gojek juga menggandeng lebih dari 60 ribu penyedia layanan. Gojek pun mencapai 2 miliar transaksi per akhir 2018.

(Baca: Nadiem Makarim Ungkap Rahasia Sukses SuperApp Gojek)

Nadiem mencatat, pengguna layanan Gojek mencapai 30 juta orang setiap bulan. Alhasil, Gojek harus terus mencari talenta baru untuk mengimbangi permintaan tersebut. "Pertumbuhan Gojek tidak melambat. Apalagi kami sekarang masuk dunia payment system dan financial service," ujar Nadiem.

Di Asia Tenggara, Gojek juga menghadapi beberapa pesaing, yang salah satunya adalah Grab. Ia mengakui, persaingan di industi ini cukup ketat. Meski begitu, Nadiem pernah menyampaikan bahwa pemain yang sukses menggaet pasar di Indonesia akan menang di Asia Tenggara.

Chief Commercial Expansion Gojek Catherine Hindra Sutjahyo juga sempat menyampaikan, bahwa perusahaannya menargetkan pertumbuhan dua kali lipat pada tahun ini. Bila mengacu pada data per 2018, Gojek menggaet 1,7 juta pengemudi, 300 ribu mitra Go-Food, dan 60 ribu penyedia layanan. Artinya, Gojek menargetkan mitra pengemudi mencapai 3,4 juta. Mitra Go-Food dan penyedia layanan lainnya dibidik mencapai 600 ribu dan 120 ribu.

(Baca: Terbesar di Indonesia, Gojek Targetkan Pertumbuhan Dua Kali Lipat)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan