Sambangi Istana, Megawati Ingin Pertama Kali Beri Ucapan kepada Jokowi

Penulis: Michael Reily

Editor: Ratna Iskana

21/5/2019, 18.36 WIB

Megawati mengusulkan agar Jokowi membentuk kabinet zaken yang diisi oleh para profesional dan para ahli.

Megawati bertemu Jokowi
Biro Pers Setpres
Jokowi bersama Megawati melakukan pertemuan pasca pengumuman hasil Pilpres 2019 oleh KPU.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melangsungkan pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Dewan Pembina PKPI Try Soetrisno di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/5) sore. Keduanya datang mengucapkan selamat kepada Jokowi usai pengumuman hasil perhitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

KPU menyatakan Jokowi-Ma'ruf Amin menang dengan perolehan suara 55,5% dalam Pilpres 2019. “Beliau berdua intinya mengucapkan selamat atas pengumuman dari KPU tadi pagi,” kata Jokowi usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, hari ini.

Jokowi juga menyampaikan ucapan selamat kepada Megawati karena PDI Perjuangan memperoleh angka tertinggi dengan raihan 19,33% dalam Pemilihan Legislatif. Ada pun Megawati berkunjung ke Istana agar menjadi tokoh politik pertama yang mengucapkan selamat kepada Jokowi.

“Saya ajak Pak Try, untuk berbarengan kasih ucapan selamat supaya kami nomor satu, jangan yang lainnya duluan,” kata Mega.

(Baca: Jokowi Ajak Prabowo Hargai Kedaulatan Rakyat, JK: Etisnya Beri Selamat)

Sejauh ini belum ada pembicaraan terkait rencana pemerintahan ke depan karena pertemuan dengan ketua umum partai koalisi baru akan digelar dalam waktu dekat. Megawati pun menyebut arah kebijakan partai koalisi menunggu pelantikan Presiden/Wakil Presiden pada Oktober mendatang.

Megawati hanya mengusulkan agar kabinet Jokowi dibentuk dengan cara Zaken Kabinet yang diisi oleh para profesional dan para ahli. Namun, keputusan mengenai kabinet ada di tangan Jokowi yang memiliki hak prerogatif presiden.

Sementara itu, Try berpesan kepada Jokowi supaya tetap membuka hati, pikiran, dan iman dalam memimpin Indonesia. Apalagi, Indonesia memiliki aspek yang luas dan negara yang besar.

“Sehingga tidak ada masalah, beliau juga terus jalan menuju cita-cita proklamasi,” katanya.

Dia juga berharap supaya pesta demokrasi bisa menyadarkan masyarakat untuk berkonsolidasi terutama dalam persatuan dan kesatuan. Apalagi, Indonesia merupakan bangsa yang religius, sehingga perpecahan hanya akan membahayakan dan melemahkan negara.

(Baca: Pidato Kemenangan Jokowi di Kampung Deret: Kami untuk 100% Rakyat)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan