Facebook Jelaskan Pembatasan Media Sosial Imbas Kerusuhan 22 Mei

Penulis: Desy Setyowati

22/5/2019, 20.33 WIB

Pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap. Yang dibatasi adalah fitur untuk mengunggah gambar, foto dan video.

pembatasan Akses Media Sosial, Facebook, Instagram, dan WhatsApp
123RF.com
Facebook tanggapi pembatasan media sosial terkait kerusuhan 22 Mei di Jakarta.

Pemerintah membatasi akses terhadap media sosial dan aplikasi percakapan untuk mencegah penyebaran hoaks terkait kerusuhan 22 Mei 2019. Menanggapi kebijakan tersebut, Facebook akan terus berkoordinasi dengan pemerintah.

Juru Bicara Facebook menyampaikan, perusahaannya bertindak sesuai kemampuan dalam memenuhi permintaan pemerintah tersebut.  “Menanggapi situasi keamanan yang terjadi di Jakarta saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia dan bertindak sesuai dengan kemampuan kami,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Rabu (22/5)

Namun, Facebook mengklaim perusahaan tetap memperhatikan layanan kepada pengguna. “Kami akan  terus memegang komitmen untuk tetap memberikan layanan bagi masyarakat agar dapat terus berkomunikasi dengan kerabat dan keluarga,” ujar dia.

(Baca: Bendung Hoaks Kerusuhan 22 Mei, Pemerintah Batasi Akses Media Sosial)

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara menyampaikan bahwa pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap. Hal itu bertujuan untuk membatasi penyebaran hoaks terkait kerusuhan 22 Mei.

Pembatasan dilakukan terhadap fitur di platform media sosial dan percakapan. Fitur yang dibatasi dan sementara tidak diaktifkan adalah fitur di Facebook, Instagram, dan Twitter untuk gambar, foto dan video. “Karena secara psikologi video dan gambar itu bisa membangkitkan emosi," ujar dia.

Menurut Rudiantara, pembatasan ini tidak melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE). Sebab, UU tersebut fokus pada dua hal. Pertama, meningkatkan literasi, kemampuan, kapasitas dan kapabilitas masyarakat akan digital. Kedua, manajemen konten. “Salah satunya dengan pembatasan konten ini," ujarnya.

Meski begitu, ia meminta maaf kepada masyarakat atas pembatasan ini. Dia juga menegaskan bahwa fitur SMS dan panggilan masih bisa digunakan. “Biasanya membuka di media online, kita kembali ke media mainstream," kata dia.

Gangguan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Dikeluhkan Pengguna di Negara Lain

Di Indonesia, pengguna memang mengeluhkan sulitnya menggunakan Facebook, Instagram, dan WhatsApp karena adanya pembatasan. Namun, berdasarkan data Down Detector, pengguna di negara lain juga mengeluhkan gangguan yang sama.

Warganet pun ramai-ramai mengeluhkan gangguan ketiga aplikasi ini di Twitter. Alhasil, #InstagramDown dan #WhatsAppDown menjadi topik populer di Twitter. Berdasarkan data Down Detector, pengguna Instagram di berbagai negara mengeluhkan gangguan sejak 16.00 Eastern Daylight Time (EDT) atau 12.00 WIB. Warganet mengeluh tidak bisa masuk ke akun Instagram-nya. Ada juga yang mengeluh karena tidak bisa memperbarui linimasanya di Instagram.

Sedangkan gangguan pada Facebook  dan WhatsApp dikeluhkan oleh pengguna di seluruh dunia sejak 17.00 EDT atau 13.00 WIB hingga saat ini. Pengguna mengeluh karena tidak bisa mengirim atau menerima pesan di Instagram. Pengguna juga tidak bisa masuk ke akun Facebook-nya.

(Baca: WhatsApp, Instagram dan Facebook Kembali Alami Gangguan)

 

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan