Perlu Waktu Lama Jadi Alasan Chevron Tidak Ganti Pipa Blok Rokan

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

22/5/2019, 17.47 WIB

Perlu waktu lama mengganti pipa minyak Blok Rokan karena harus membongkar jalan utama di Riau atau mencari lahan baru lebih dari lima hektar.

blok rokan chevron, pergantian pipa blok rokan
Arief Kamaludin|KATADATA
Chevron perlu waktu lama untuk mengganti pipa di Blok Rokan.

PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) sudah mengusulkan pergantian pipa di Blok Rokan sebelum tahun 2011 karena usia pipa sudah mencapai 60 tahun. Namun, niat mengganti pipa itu urung dilakukan. 

Senior Vice President Policy and Government and Public Affairs CPI Wahyu Budiarto mengatakan, perlu waktu yang lama untuk mengganti pipa karena harus membongkar jalan utama di sekitar Blok Rokan yang bisa menimbulkan masalah sosial. Sementara, jika membangun pipa baru dibutuhkan lahan lebih dari lima hektar. 

Di sisi lain,  kontrak Chevron di Blok Rokan juga akan segera berakhir pada 2021. Sehingga dengan kontrak bagi hasil cost reocovery  tidak memungkinkan untuk mengganti pipa di Blok Rokan karena memerlukan proses yang panjang. 

"Dari sisi teknis, kontrak cost recovery itu membuat kami berpikir tidak mungkin kami kerjakan, sebab waktunya tidak akan cukup," ujar Wahyu saat ditemui di Kantor Chevron, Selasa, (21/5) malam.

Chevron memproyeksi penggantian pipa minyak di Blok Rokan memerlukan waktu tiga hingga lima tahun. Apalagi pipa yang diganti cukup panjang hingga 200 kilometer (km). "Pipanya panjang dan operasi tidak boleh berhenti. Perlu ada pipa pengganti," ujarnya.

(Baca: Chevron Belum Putuskan Peliang Bermitra dengan Pertamina di Blok Rokan)

Makanya ketika pemerintah mengumumkan PT Pertamina (Persero) yang akan mengambil alih kelola Blok Rokan, Chevron langsung mengusulkan untuk mengganti pipa minyak. Chevron berharap Pertamina bisa segera mengganti pipa Blok Rokan sehingga produksi minyak pasca transisi tidak turun drastis. 

"Jangan sampai terlambat bangunnya, kalau baru 2021 baru bisa jadi 2026-2027. Kami sebagai kontraktor besar juga tidak mau pasca kami tinggalkan malah jadi bermasalah, kan nama kami juga yang jadi taruhan," kata Wahyu.

Pertamina berencana melakukan penggantian pipa minyak sebagai bagian dari rencana transisi di Blok Rokan. Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan Pertamina sudah menunjuk PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk mengerjakan proyek tersebut.

Sejauh ini Pertamina sudah melakukan Front End Engineering Design (FEED) proyek pipa minyak Blok Rokan. Pertamina berharap tahap konstruksi bisa dilakukan pada akhir tahun 2019. "Mungkin akhir tahun ini sudah melakukan pembangunan fisik," kata Dharmawan saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina beberapa waktu lalu.

Perkiraannya, proyek penggantian pipa minyak Blok Rokan bisa selesai 2021. Sehingga Pertamina bisa menjaga kehandalan produksi Blok Rokan ketika alih kelola dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada 9 Agustus 2021 mendatang.

(Baca: Pertamina Tunjuk Pertagas - PGN Garap Proyek Pipa di Blok Rokan)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha