Tips Antisipasi Penurunan Omzet UKM Usai Lebaran

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

23/5/2019, 00.00 WIB

Pengusaha harus jeli memperhatikan data dan tren penjualan produk yang dijualnya.

Merayakan Hari Perempuan Internasional 2019, Moka, startup teknologi penyedia layanan Point of Sale menjalin kerja sama dengan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) untuk menjadi bagian dari solusi dalam mengembangkan kapabilitas perempuan pelaku UKM
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Merayakan Hari Perempuan Internasional 2019, Moka, startup teknologi penyedia layanan Point of Sale menjalin kerja sama dengan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) untuk menjadi bagian dari solusi dalam mengembangkan kapabilitas perempuan pelaku UKM di Indonesia melalui teknologi di Harlequin Bistro, Kemang. Jakarta Selatan (21/3).

Ramadan kerap menjadi musim panen bagi pedagang. Adanya Tunjangan Hari Raya (THR) akan membuat belanja masyarakat meningkat. Aneka produk seperti busana, kue-kue, kosmetik, hingga peralatan elektronik pun menjadi rebutan.

Startup penyedia sistem manajemen keuangan perusahaan Moka menyatakan, perusahaan harus mengambil manfaat sebesar-besarnya pada saat penjualan meningkat pada pekan pertama Ramadan.

Data Analyst Moka Hutami Nadya menyatakan, pengusaha terutama pada skala kecil dan menengah (UKM) dapat memperpanjang periode promo Ramadan. Misalnya, dengan menawarkan produk baru, serta menjual stok lama dengan promo paketan.

Strategi ini dianggap menguntungkan untuk jangka panjang. “Program ini bisa memberikan program loyalitas sekaligus menawarkan penghargaan khusus kepada pelanggan,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (22/5).

(Baca: Transaksi Shopee dan Lazada Naik 3 Kali Lipat pada Ramadan Tahun Ini)

Untuk retail, pakaian dan aksesoris mengalami peningkatan volume pendapatan sebesar 38,8% dan jumlah transaksi tiap outlet mampu naik mencapai 68,1%. Salah satu produk pakaian yang paling laku terjual saat Ramadan 2018 adalah hijab dengan preferensi warna lembut.

Kemudian, bisnis makanan dan minuman mencatatkan tren penjualan pada pekan pertama Ramadan sedikit melemah saat memasuki bulan puasa, namun merangkak naik saat mendekati lebaran. "Penjualan kembali meningkat di minggu kedua Ramadan, perkiraannya 15-25% hingga minggu terkahir Ramadan," ujar Hutami.

Meski ada pertumbuhan positif, terdapat penurunan penjualan di berbagai industri satu minggu setelah Lebaran. Adapun penurunan yang terjadi sebesar 42,5% pada merchant kuliner, 67,75% pada merchant retail, dan 70% pada merchant jasa.

Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Destry Anna Sari mengungkapkan manfaat data tren sangat positif untuk UKM. “Kami berharap para pelaku usaha dapat tetap produktif untuk meningkatkan produksi dan penjualan bisnis,” kata Destry.

(Baca: Gojek Catat Pesanan Go-Food Melonjak 86% Selama Ramadan)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN