S&P Naikkan Peringkat Utang Indonesia, IHSG Melesat Naik 1,72%

Penulis: Happy Fajrian

31/5/2019, 18.15 WIB

Standard & Poor's menaikkan peringkat utang Indonesia satu notch dari BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil. IHSG pun kembali ke level 6.200.

Suasana Bursa Efek Indonesia
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Suasana Bursa Efek Indonesia

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menutup perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan, Jumat (31/5), dengan kinerja yang ciamik. IHSG berhasil kembali ke level 6.200, tepatnya 6.209,12, melonjak 105,01 poin  atau 1,72%.

Dilansir dari Antara, Analis Indopremier Sekuritas, Mino, mengatakan bahwa penguatan IHSG ditopang oleh peningkatan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) dari BBB- menjadi BBB.

Selain menaikkan peringkat utang jangka panjang Indonesia, S&P juga menaikkan peringkat utang jangka pendek Indonesia dari A-3 menjadi A2. "Market jadi makin percaya diri," ujarnya.

Penguatan IHSG terjadi di tengah bursa saham Asia yang mayoritas berakhir di zona merah. Indeks Strait Times terkoreksi 0,80%, Shanghai turun 0,24%, Hang Seng turun 0,79%, dan Nikkei turun 1,63%. Sedangkan indeks yang sejalan dengan IHSG yaitu Kospi naik 0,14%, PSEi 1,70%, dan KLCI 0,87%.

(Baca: Mandiri Sekuritas Perkirakan IHSG Akhir Tahun Tembus 6.800)

Mengawali perdagangan saham hari ini dari zona hijau naik tipis 0,11% ke level 6.110,52, hanya 30 menit berselang IHSG langsung melesat naik hingga 1,42% ke level 6.190,54, dan mengakhiri sesi I di level 6.160,07. Hingga perdagangan berakhir IHSG sangat nyaman bergerak di zona hijau.

Total transaksi saham sepanjang hari ini tercatat mencapai Rp 10,8 triliun dari 15,4 miliar saham yang diperdagangkan oleh investor. Sebanyak 274 saham naik, 129 saham turun, dan 135 saham berakhir stagnan.

Penguatan IHSG ditopang oleh delapan indeks sektoral yang mengalami kenaikan lebih dari 1%, bahkan tiga di antaranya naik lebih dari 2%. Indeks-indeks tersebut yaitu indeks sektor aneka industri naik 2,66%, manufaktur 2,04%, keuangan 2,03%, konsumer 1,93%, industri dasar 1,9%, infrastruktur 1,8%, properti 1,15%, dan pertanian 1,03%.

Berdasarkan statistik BEI, ada 10 saham yang paling signifikan mendorong laju positif IHSG hari ini:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) naik 4,06%
2. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) naik 3,17%
3. PT Astra International Tbk. (ASII) naik 3,47%
4. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,39%
5. PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) naik 2,42%
6. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) naik 2,30%
7. PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) naik 1,66%
8. PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) naik 3,07%
9. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) naik 13,33%
10.PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk. (INTP) naik 4,69%.

(Baca: Rupiah Cenderung Melemah Memasuki Libur Panjang Lebaran)

Sementara itu naiknya peringkat investment grade Indonesia oleh S&P mendorong aliran masuk modal asing ke pasar saham hingga Rp 1,43 triliun. Investor asing melakukan pembelian bersih saham (net buy) di pasar reguler Rp 1,25 triliun dan Rp 186 miliar di pasar negosiasi/tunai.

Saham-saham yang menjadi buruan investor asing hari ini lima di antaranya yaitu saham BMRI dengan net buy Rp 223,7 miliar, BBCA Rp 154,2 miliar, BBRI Rp 143,8 miliar, TLKM Rp 139,4 miliar, dan ASII Rp 124,4 miliar.

Reporter: Happy Fajrian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan