KAI Evakuasi Kereta Api Serayu yang Anjlok di Lintas Nagreg

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Ekarina

4/6/2019, 20.34 WIB

Anjlokya kereta Serayu berdampak terhadap keterlambatan kereta yang menuju Nagreg atau Jakarta.

Kereta Anjlok, Evakuasi Penumpang, Jadwal Kereta
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Kereta api memasuki Stasiun Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/9). PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana akan me-reaktivasi empat jalur kereta api di Jawa Barat yakni rute Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.

Kereta Api (KA) Serayu Relasi tujuanPurwokerto-Pasar Senen anjlok di lintas antara Stasiun Lebakjero, dan Stasiun Nagrek, Bandung. Akibat kejadian itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mengevakuasi gerbong yang anjlok.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri menjelaskan, KA Serayu membawa delapan gerbong tersebut anjlok sekitar pukul 12.36 WIB.

Adapun kecelakaan terjadi pada rangkaian gerbong kelima, sehingga lima gerbong ke belakang ditarik ke Stasiun Lebakjero. Sedangkan, rangkaian depan gerbong pertama hingga keempat ditarik ke stasiun selanjutnya, yakni Stasiun Nagreg.

(Baca: Pemudik Mulai Tinggalkan Jakarta, Penumpang Kereta Lebaran Melonjak)

Adapun evakuasi penumpang kecelakaan segera dipindahkan ke gerbong depan. "Sudah dievakuasi, jadi yang dibekang dibelakang sudah dipindahkan kedepan," ujarnya, saat ditemui di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (4/6).

Kejadian tersebut menurutnya berdampak pada keterlambatan kereta yang menuju Nagreg atau Jakarta. Selain itu, kereta yang melintas akan dialihkan ke arah utara atau Cirebon, agar KA tetap beroperasi dan tidak ada pembatalan jadwal keberangkatan kereta.

(Baca: KAI Prediksi Kepadatan Pemudik Kereta Api Akan Terjadi hingga H+1)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan besok pagi KA yang melintas pada jalur tersebut sudah beroperasi secara normal. "Memang ada sedikit masalah disekitar Nagreg, besok pagi sudah normal," ujarnya.

Bandung, bagian selatan memiliki kondisi tanah yang rawan longsor dan ambles, sehingga bisa berdampak bagi rel kereta api. Namun, pihaknya sudah mengidentifikasi titik-titik rel yang berada di Jawa yang rawan ambles, dan membangun posko sehingga bisa diantisipasi.

 

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha