Arus Balik, Kemenhub Usul Gerbang Tol Palimanan Ditutup Sementara

Penulis: Michael Reily

Editor: Desy Setyowati

9/6/2019, 16.50 WIB

Kemenhub khawatir ada penumpukan kendaraan di gerbang tol arah Jakarta selama arus balik lebaran 2019.

Kemenhub usul Gerbang Tol Palimanan ditutup.
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Kemenhub usul agar Gerbang Tol Palimanan ditutup sementara untuk mencegah kemacetan selama arus balik lebaran 2019.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan opsi penutupan Gerbang Tol Palimanan dalam ruas tol Cikopo-Palimanan untuk sementara. Sebab, Kemenhub khawatir ada penumpukan kendaraan di gerbang tol arah Jakarta selama arus balik lebaran 2019.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan Sugihardjo mencatat, ada peningkatan jumlah kendaraan dari arah timur menuju Jakarta. Ia khawatir, volume kendaraan akan menumpuk jika hal ini dibiarkan.

Karena itu, Kemenhub usul agar Gerbang Tol Palimanan ditutup selama arus balik lebaran 2019. "Mungkin tidak semua kendaraan bisa masuk tol. Kalau memang sudah sangat padat, kendaraan bisa lewat Pantura (Pantai Utara). Tapi kami lihat perkembangannya," kata Sugihardjo di kantornya, Jakarta, Minggu (9/6).

(Baca: Kemenhub Siapkan Beberapa Strategi Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran)

Opsi ini sudah disampaikan Kemenhub ke Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri), sebagai penanggung jawab arus transportasi. Namun, Korlantas Polri masih melihat situasi untuk kemudian memutuskan menutup Gerbang Tol Palimanan atau tidak.

Menurut dia, pengendalian jumlah kendaraan yang masuk melalui gerbang tol bisa mengurangi potensi kemacetan di beberapa titik. Jika lalu lintas kadung macet di beberapa titik di jalan tol, proses mengurai kemacetan menjadi lebih sulit. "Kami memberikan masukan. Komando tetap ada di Korlantas Polri. Kami akan pantau terus karena arus balik masih mengalir," ujarnya.

(Baca: Kemenhub Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 8-9 Juni 2019)

Kemenhub juga sudah menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) untuk mencegah kemacetan. Rekayasa lalu lintas satu arah ini dipilih, supaya pemudik bisa menggunakan tempat peristirahatan (rest area). Sistem satu arah ini juga dinilai lebih efektif mengurai kemacetan ketimbang contra flow.

Meski begitu, ia mencatat masih ada kemacetan sepanjang KM 70 hingga KM 62 tol Cikampek-Jakarta pada pukul 09.20 WIB hari ini. Padahal, Kemenhub sudah menerapkan sistem satu arah. Salah satu penyebabnya, ada beberapa pengendara yang tidak tertib dengan melawan arah.

(Baca: Redam Kemacetan Saat Arus Balik, Kemenhub Imbau Pengguna Tol Tertib)

Karena itu, ia mengimbau pemudik agar tertib menggunakan jalan tol. “Kami memaklumi kondisi para pemudik yang lelah, namun kami mengingatkan jika tidak tertib akan merugikan semua pihak," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, rekomendasi peniadaan Gerbang Tol Palimanan dilakukan jika kemacetan mencapai tiga kilometer (km). Budi pun berencana mengeluarkan surat edaran ke Kepolisian dan stakeholder terkait untuk melakukan diskresi tersebut. "Kami tidak mengharapkan ada macet hingga tiga km, tapi kami tidak ingin ambil risiko jika memang terjadi. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi," kata dia.

(Baca: One Way Arus Balik Mudik di Tol Trans Jawa Mulai Pukul 14.00 Hari Ini)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan