Cilacap, Bali dan Papua Diguncang Gempa 5,2 hingga 5,5 SR

Penulis: Desy Setyowati

9/6/2019, 19.43 WIB

Gempa di Cilacap, Bali dan Papua masing-masing berkekuatan 5,5 SR, 5,2 SR dan 5,4 SR. BMKG menyampaikan, ketiga gempa ini tidak berpotensi tsunami.

BMKG menyampaikan terjadi gempa di Cilacap, Bali, dan Papua pada MInggu (9/6).
Twitter/@infoBMKG
BMKG menyampaikan terjadi gempa di Cilacap, Bali, dan Papua pada MInggu (9/6).

Gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) mengguncang Cilacap, Jawa Tengah pada pukul 16.32 WIB, hari ini (9/6). Lalu, Bali mengalami gempa bumi 5,2 SR pada pukul 16.47 WIB. Disusul gempa di Papua berkekuatan 5,4 SR pada pukul 18.53 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, gempa di Cilacap terjadi di laut di kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa di koordinat 8,68 lintang selatan dan 108,82 bujur timur, atau tepatnya 107 kilometer arah selatan Cilacap.

Pada awalnya, BMKG menyebut bahwa gempa di Cilacap berkekuatan 5,7 SR. Setelah pemutakhiran oleh BKMG, kekuatan gempa di Cilacap menjadi 5,5 SR. “Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,” kata BMKG melalui akun resmi di Twitter @infoBMKG, Minggu (9/6).

(Baca: Wilayah-wilayah yang Terancam Bencana Selama Mudik Lebaran)

Tak lama berselang, BMKG menyampaikan terjadi gempa di Nusa Dua, Bali. Pusat gempa di koordinat 11,75 lintang selatan dan 115,66 bujur timur. Gempat terjadi di kedalaman 10 kilometer, dengan jarak 331 kilometer arah tenggara Nusa Dua, Bali. Gempat di Bali ini juga tidak berpotensi tsunami.

BMKG juga menyampaikan bahwa terjadi gempa di Kabupaten Sarmi, Papua dengan kekuatan 5,4 SR. Pusat gempa berada di 2,3 lintang selatan dan 139,7 bujur timur. Tepatnya, gempa terjadi di kedalaman 24 kilometer dengan jarak 58 kilometer arah timur laut Sarmi. Gempa di Papua ini juga tidak berpotensi tsunami.

Gempa di Cilacap Terasa hingga Bandung

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono memperkirakan, gempa yang terjadi di Cilacap disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Hal itu ia sampaikan setelah memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrum gempa di Cilacap.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault)," katanya.

(Baca: Tips Mengenali Bencana dan Antisipasinya Saat Mudik Lebaran)

Berdasarkan informasi yang ia terima, gempa di Cilacap ini terasa hingga Bandung. Masyarakat di daerah Pangandaran, Ciamis, Kebumen juga merasakan adanya gempa dalam skala intensitas III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi di Cilacap.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap dan Kebumen juga belum menerima laporan terkait kerusakan akibat gempa di masing-masing wilayah. "Belum ada laporan terkait dengan kerusakan akibat gempa. Namun, kami terus memantau setiap kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy.

(Baca: Gempa 6,9 SR Guncang Sulawesi Tengah, BMKG Beri Peringatan Tsunami)

Reporter: Desy Setyowati dan Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha