Menjajal LRT, Transportasi Baru Modern Jakarta dengan Tarif Rp 5.000

Penulis: Michael Reily

Editor: Yuliawati

11/6/2019, 15.06 WIB

Harga tiket jarak 5,8 kilometer dari Stasiun Boulevard Utara hingga Stasiun Velodrome dibanderol rata Rp 5.000 per perjalanan.

uji publik LRT
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Kereta Light Rail Transit (LRT) melintas saat uji publik di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Lintas Raya Terpadu (LRT) bakal hadir menjadi salah satu alternatif transportasi umum masyarakat Jakarta.
Selama sebelas hari, mulai Selasa (11/6) hingga Jumat (21/6) pekan depan diberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti uji coba LRT Jakarta mulai pukul 05.30 sampai 23.00.

LRT Jakarta melintas dari Stasiun Boulevard Utara Kelapa Gading sampai Stasiun Velodrome Rawangun. Untuk rute fase pertama yang aktif hanya enam stasiun, yaitu Stasiun Pegangsaan Dua, Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome. Untuk uji coba publik, Stasiun Pegangsaan Dua yang menjadi depo LRT Jakarta tidak aktif.

Masyarakat yang ingin mengikuti uji publik bisa daftar secara online di situs internet https://lrtjakarta.co.id/uji-publik.html. Jika punya waktu luang, masyarakat pun bisa langsung datang ke salah satu stasiun di rute fase pertama dan daftar secara manual.

(Baca: Mulai Selasa 11 Juni, LRT Jakarta Akan Layani Uji Coba Publik Gratis)

Pendaftar uji coba kemudian akan mendapatkan tiket elektronik untuk divalidasi di stasiun untuk mendapatkan kartu Single Trip Journey sebagai akses masuk penumpang ke daerah berbayar. Nantinya, kartu Single Trip Journey akan diminta oleh petugas di gerbang tiket keluar setelah penumpang selesai menggunakan LRT Jakarta.

Warga Jakarta berada di dalam kereta Light Rail Transit (LRT) saat uji publik di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/6/2019).
Warga Jakarta berada di dalam kereta Light Rail Transit (LRT) saat uji publik di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/6/2019). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)




LRT Jakarta untuk fase pertama punya kapasitas angkut maksimal sebanyak 270 orang. Tersedia 8 set kereta yang memberikan layanan perjalanan bolak-balik lima stasiun. Katadata.co.id mendapatkan kesempatan menjajal LRT Jakarta. Tiba di stasiun Boulevard Utara, eskalator naik serta tangga tersedia untuk mengangkut penumpang ke daerah tunggu kereta.

LRT Jakarta juga menyediakan lift, tetapi prioritas penggunaannya hanya untuk penumpang yang sudah lanjut usia, disabilitas, atau ibu hamil. Selain itu, tersedia toilet yang bersih di setiap stasiun. Bahkan, LRT Jakarta sudah menyediakan area untuk retail sebagai tempat jual beli makanan atau minuman.

(Baca: Jokowi Bahas Rencana LRT Masuk Kota Bogor)

Untuk naik LRT Jakarta, kartu Single Trip Journey jadi akses masuk. Nantinya, untuk operasional, harga tiket rute fase pertama jarak 5,8 kilometer dari Stasiun Boulevard Utara hingga Stasiun Velodrome dibanderol rata dengan harga Rp 5 ribu per perjalanan.

Swastika, ibu rumah tangga yang tinggal di Kelapa Gading mengungkapkan harga itu masih cukup murah. Apalagi, jarak lima stasiun sejauh 5,8 kilometer mampu ditempuh hanya dalam waktu 10 menit. "Kalau naik kendaraan umum taksi begitu kan bisa lebih mahal, waktunya juga lebih lama kalau macet," katanya dalam perjalanan LRT Jakarta.

Masyarakat bersiap mencoba kereta Light Rail Transit (LRT) saat uji publik di Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/6/2019).
Masyarakat bersiap mencoba kereta Light Rail Transit (LRT) saat uji publik di Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/6/2019). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

 

LRT Jakarta memberikan pengalaman baru dalam menggunakan transportasi umum. Berada di atas jalan raya, perjalanan terasa singkat karena memberikan pemandangan kota Jakarta. Perubahan daerah Kelapa Gading yang memiliki mal-mal besar hingga Velodrome yang jadi stasiun internasional menjadi sebuah cara baru menikmati Jakarta.

(Baca: Tarif MRT Berlaku Normal Mulai Senin Depan, Maksimal Rp 14 Ribu)

Nuansa internasional dapat terlihat dari papan informasi serta petunjuk suara dalam perjalanan yang menggunakan bilingual yakni bahasa Indonesia dan Inggris. Turis asing pun tak perlu khawatir salah arah karena selain informasi audio, ada juga animasi visual di kereta yang jadi arahan.

Ani, ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Kelapa Gading, merasa nyaman ketika menggunakan LRT Jakarta. Dia menyebut moda transportasi baru itu tak kalah daripada LRT di kota lain. Dia juga senang karena ada tambahan baru transportasi umum yang modern setelah Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan