Dipengaruhi Ekspektasi Turunnya Bunga The Fed, IHSG Turun Tipis 0,05%

Penulis: Happy Fajrian

13/6/2019, 18.35 WIB

Ada potensi The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya, Fed Fund Rate (FFR) untuk mengantisipasi dampak perang dagang dengan Tiongkok terhadap ekonomi AS.

Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHS
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah tipis sebesar 3,1 poin atau 0,05% ke posisi 6.273,08 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/6) sore. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,8 poin atau 0,18% ke posisi 994,39.

Turunnya IHSG dipengaruhi ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (the Fed), Fed Fund Rate (FFR), di tengah tekanan perang dagang dengan Tiongkok yang kian memanas.

"Hari ini isu yang dominan yaitu penurunan suku bunga, efeknya saham-saham properti naik. Namun, koreksi hari ini adalah koreksi sehat, karena kemarin memang banyak gap up karena peringkat utang S&P," kata analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, Kamis (13/6), dilansir dari Antara.

Dilansir dari Reuters, Gubernur the Fed Jerome Powell mengatakan bahwa Fed tidak mengetahui bagaimana atau kapan perang dagang ini akan berakhir. "Seperti biasa, kami akan bertindak sepantasnya untuk mempertahankan ekspansi (ekonomi), dengan pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang mendekati sasaran 2% simetris kami," ujarnya.

(Baca: Sempat Dibuka Naik, IHSG Berbalik Turun Mengekor Bursa Saham Dunia)

Mengawali perdagangan dari zona hijau, IHSG bergerak fluktuatif sepanjang sesi I. Pada akhir sesi I, IHSG berada di zona merah dengan terkoreksi 0,22% ke level 6.262,48. Pada Sesi II, IHSG tak mampu keluar dari zona merah hingga perdagangan berakhir.

Total transaksi saham hari ini tercatat mencapai Rp 8,09 triliun dari 12,89 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 466.109 kali oleh investor. Sebanyak 203 saham berakhir di zona merah, 203 saham di zona hijau, dan 131 saham berakhir flat.

Saham-saham yang paling signifikan mendorong IHSG ke zona merah di antaranya saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang turun 0,68%, PT Bank Mayapada Tbk. (MAYA) anjlok 10,71%, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) turun 2,89%, PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) turun 0,63%, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) turun 2,46%.

Di sisi lain, investor asing juga turut memberikan tekanan terhadap IHSG. Total modal asing yang keluar dari pasar saham domestik hari ini mencapai Rp 696,59 miliar. Total penjualan bersih investor asing di pasar reguler Rp 577,58 miliar, dan Rp 119,01 miliar di pasar negosiasi/tunai.

(Baca: Euforia Rating dari S&P Berlalu, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah)

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi sasaran jual investor asing yakni mencapai Rp 255,8 miliar, diikuti saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) Rp 78,5 miliar, dan PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR) Rp 45,5 miliar.

Sejalan dengan IHSG, bursa saham utama di kawasan Asia mayoritas berakhir di zona merah. Indeks Hang Seng turun tipis 0,05%, Nikkei turun 0,46%, Kospi turun 0,27%, dan KLCI turun 0,42%. Sedangkan indeks Strait Times naik 0,40%, Shanghai naik 0,05%, dan PSEi naik 0,26%.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan