Pertamina Tawarkan Kerja Sama Baru Kilang Cilacap ke Saudi Aramco

Penulis: Ratna Iskana dan Verda Nano Setiawan

13/6/2019, 14.31 WIB

Pertamina rencananya membangun proyek RDMP Cilacap sendiri karena belum ada kesepakatan spin off aset dengan Saudi Aramco.

kilang cilacap, pertamina, saudi aramco
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Pertamina berencana menawarkan proyek baru kepada Saudi Aramco di Kilang Cilacap

Pertamina bakal menawarkan kerja sama baru kepada Saudi Aramco. Ini lantaran Pertamina dan Aramco belum juga mencapai kesepakatan terkait valuasi aset untuk spin off di proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap.

Direktur Mega Proyek dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan, proyek baru yang ditawarkan ke Aramco merupakan kelanjutan dari proyek RDMP Cilacap. Proyek tersebut bisa mencakup pembangunan pabrik petrokimia atau unit-unit kilang baru.

"Jadi bukan spin off lagi, bukan valuasi aset, tapi mungkin seperti aset baru saja kita kerja sama bikin yang baru, bisa petrokimia atau unit baru yang akan menghasilkan produk-produk baru dari Kilang Cilacap," kata Ignatius di Gedung Kementerian ESDM, Rabu (12/6).

Pertamina akan menyampaikan usulan penawaran kepada Saudi Aramco pada akhir Juni, sesuai batas akhir kerja sama kedua perusahaan tersebut. Dalam pembicaraan tersebut, Pertamina juga akan mengusulkan perpanjangan kerja sama hingga tiga bulan untuk membahas proyek baru kilang Cilacap.

(Baca: Potensi ‘Cerai’ Pertamina dan Saudi Aramco di Kilang Cilacap)

Dengan rencana tersebut, Pertamina bakal mengerjakan proyek RDMP Cilacap sendiri. Proyek RDMP ini mencakup peningkatan kapasitas kilang eksisting menjadi 400 ribu barel dan peningkatan kualitas produk kilang hingga Euro V.

Untuk mengerjakan proyek RDMP Cilacap, Pertamina membutuhkan dana sekitar US$ 6 miliar. Igantius bilang Pertamina akan mengandalkan pendanaan dari pinjaman dan mencari equity patner untuk mendanai RDMP Cilacap.

"Pendanaan tidak masalah. Kami pendanaan project financing untuk bangun kilang itu pinjaman 65%-70%, sisanya equity. Itu pun fleksibel karena kami bisa mencari equity patner seperti di Balikpapan,"kata Ignatius.

Dengan diambil alih sendiri oleh Pertamina, Igantius yakin proyek RDMP Cilacap bisa selesai lebih cepat dari target pada tahun 2026. "Tapi kalau kami yang kerjakan duluan, porsinya Pertamina bisa 2025,"katanya.

(Baca: Garap 6 Proyek Kilang, Pertamina Bidik Kapasitas Produksi 2 Juta Barel)

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan