Nilai Tukar Rupiah Kembali Tembus Rp 14.300 per Dolar AS Siang ini

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Happy Fajrian

14/6/2019, 16.11 WIB

Banyak sentimen yang menekan nilai tukar rupiah, mulai dari cadangan devisa yang turun, kondisi geopolitik, hingga bunga acuan The Fed.

Ilustrasi uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS).
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS).

Nilai tukar rupiah melemah cukup dalam pada siang ini, Jumat (14/6). Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah pada pukul 14.00 WIB menyentuh Rp 14.321 per dolar AS atau melemah 41 poin dari penutupan malam sebelumnya yakni Rp 14.280 per dolar AS.

Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira berpendapat bahwa penyebab koreksi rupiah hari ini yaitu penurunan cadangan devisa sebesar US$ 4 miliar sepanjang Mei 2019. "Dibanding negara peers seperti Filipina dan Malaysia, koreksi cadangan devisa Indonesia pada Mei memang cukup dalam," ujarnya saat dihubungi Katadata.co.id, Jumat (14/6).

Adanya penurunan cadangan devisa ini mengirim sinyal kehati-hatian bagi investor. Selain itu, investor juga turut melihat tekanan eksternal yang belum mereda. Tekanan eksternal tersebut yakni spekulasi terkait diserangnya tanker minyak di Timur Tengah.

(Baca: Ekonomi AS Melemah, Rupiah Diprediksi Berangsur Menguat ke 14.100/US$)

CNN melaporkan insiden serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman yang terjadi pagi tadi mendongkrak harga minyak hingga naik 2,2%. Serangan tersebut memicu kekhawatiran berkurangnya aliran perdagangan minyak mentah melalui salah satu rute pengiriman utama dunia tersebut.

Menurut media pemerintah Iran, 44 orang diselamatkan setelah ledakan terjadi pada kapal Kokuka Courageous dan kapal Front Altair. Peristiwa ini terjadi satu bulan setelah empat kapal minyak diserang di perairan Uni Emirat Arab.

Ketegangan AS-Iran ini dinilai Bhima akan menganggu supply minyak sehingga berimbas pada kenaikan harga jual minyak mentah. "Jika harga minyak kembali naik, defisit migas bisa makin melebar," kata dia.

Di sisi lain, masih terdapat harapan positif pada nilai tukar rupiah. Sinyal penurunan bunga acuan The Fed akan menguntungkan pasar negara berkembang. Hal ini dikarenakan investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi. Adapun sentimen kenaikan rating utang S&P juga masih dirasakan hingga akhir pekan ini.

(Baca: BI Proyeksikan Rupiah Tahun Depan Menguat ke Kisaran Rp 13.900-14.300)

"Market confidence-nya masih bagus karena secara fundamental ada perbaikan resiko utang," kata dia.

Stabilitas politik saat sidang MK juga diperkirakan masih terkendali. Hingga saat ini belum ada kekhawatiran akan terjadi kerusuhan seperti aksi 21-22 Mei 2019 di Bawaslu kemarin. Masyarakat pada hari ini dinilai masih tenang dan belum banyak hoax yang tersebar.

Bhima memproyeksikan rupiah sepanjang sore ini belum akan kembali ke zona hijau, dan diprediksi akan ditutup pada kisaran Rp 14.270 - Rp 14.310 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan