Pencarian Properti Naik hingga 120% Usai Lebaran  

Penulis: Michael Reily

Editor: Desy Setyowati

14/6/2019, 20.39 WIB

Rumah dengan harga di bawah Rp 500 juta di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi paling banyak dicari.

Pencarian Properti, Lebaran
Agung Samosir|KATADATA
Ilustrasi, pameran properti. Pencarian informasi seputar properti naik 120% setelah Lebaran.

Portal properti Lamudi mencatat, tren pencarian informasi seputar rumah meningkat 120% setelah Lebaran. Rumah dengan harga di bawah Rp 500 juta di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) paling banyak dicari di platform Lamudi.

Commercial Director Lamudi Yoga Priyautama menyampaikan, kenaikan pencarian properti biasanya menurun saat Ramadan dan meningkat setelah Lebaran. “Perkiraannya tren pencarian rumah akan semakin membaik hingga akhir tahun ini,” kata dia dalam siaran pers, Jumat (14/6).

(Baca: Dapat Modal, Startup Pembiayaan Properti Gradana Ekspansi ke Tiga Kota)

Berdasarkan data internal Lamudi, pencarian rumah sepanjang Mei meningkat 8,1% dibanding April 2019. Ia optimistis kenaikan pencarian properti akan berlanjut hingga akhir tahun, terutama setelah sidang sengketa Pilpres 2019 selesai.

Dia menjelaskan, bisnis properti sangat rentan terhadap kondisi politik, terutama segmen kelas atas yang mencakup investor. “Mereka akan cenderung menunggu dan melihat (wait and see) ketika melihat tidak stabilnya ekonomi dan keamanan,” kata Yoga.

Lamudi mencatat, pencarian rumah meningkat 15% setelah Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April lalu. Kenaikan itu, menurutnya menunjukan optimisme investor terhadap industri properti di tahun politik. Karena itu, ia optimistis pencarian properti akan terus meningkat hingga akhir tahun ini.

(Baca: Pemerintah Bebaskan PPN Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah)

Hal senada disampaikan oleh Country GM Rumah123 Maria Manik. Ia mencatat, pencarian informasi seputar properti meningkat dua kali lipat dibanding awal tahun lalu. Kesadaran generasi milenial akan pentingnya memiliki rumah, menurutnya mulai meningkat dalam dua tahun terakhir.

Konsumen milenial yang mulai berminat terhadap properti rerata berusia 22–28 tahun dan memiliki gaji berkisar Rp 5-10 juta per bulan. "Sebagian besar masyarakat Indonesia sedang aktif mencari properti untuk dibeli atau bahkan investasi, yang justru didominasi oleh generasi milenial,” katanya.

Maria menyebutkan, ada beberapa faktor pendorong konsumen dalam membeli properti. Faktor tersebut di antaranya lokasi (20,7%), harga (20,5%), fasilitas (20%), promo khusus (19,5%), dan desain (19,3%).

(Baca: Generasi Milenial Gencar Cari Informasi Seputar Properti )

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan