Tiga Merek Fesyen Indonesia Tampil di Toko Prancis

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

18/6/2019, 12.15 WIB

Selama periode 2016—2018, permintaan Prancis terhadap produk fesyen meningkat 6,16%.

Workshop pembuatan kerajinan kulit oleh Kaula Leatherworks di Yogyakarta.
Katadata/@kaula_leatherworkshop
Workshop pembuatan kerajinan kulit oleh Kaula Leatherworks di Yogyakarta.

Tiga merek fesyen asal Indonesia, yakni SOE Jakarta, Wilsen Willim, dan Kaula Leatherworks tampil dalam kegiatan pop-up store di L'Exception di Paris, Prancis. Penyelenggaraan pop-up store mengangkat tema French Kiss Asia ini jadi kesempatan akses pasar dunia.

Atase Perdagangan Paris Megawati menyatakan agen penyelenggara Rendezvoo menyandingkan produk Indonesia bersama Singapura, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Vietnam, dan Prancis.

Dia menjelaskan, lokasi pop-up store berada di pusat kota kawasan Forum des Halles sehingga mudah dijangkau. "Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk melihat animo masyarakat Paris dan warga dunia," kata Megawati dalam keterangan resmi, Selasa (18/6).

Menurut Megawati, SOE Jakarta dan Wilsen Willim sudah rutin memamerkan karya dalam Paris Fashion Week. Namun, kedua merek baru pertama kali ikut dalam kegiatan pop-up store pada 14 sampai 23 Juni 2019. Sementara itu, Kaula Leatherworks menyelenggarakan lokakarya pembuatan aksesoris dari bahan kulit pada 26 hingga 29 Juni 2019.

(Baca: Bekraf Dorong 20 Brand Streetwear Go International)

Ia menambahkan, pembukaan acara sejak 13 Juni 2019 serta hadir para buyers, pelaku fesyen, dan jurnalis Prancis. Selain itu, aneka hidangan dan alunan musik khas Indonesia juga menjadi pelengkap dalam pop-up store.

“Dengan demikian, selain bisa melihat potensi para desainer Indonesia, para undangan diharapkan juga dapat merasakan secara langsung kelezatan aneka makanan dan minuman serta keindahan musik Indonesia,” ujar Megawati.

Desainer SOE Jakarta Monique optimistis produk yang tampil mampu memenuhi tren yang sedang berkembang secara global, yaitu fesyen etis dan berkelanjutan. "Kami juga selalu melibatkan para pengrajin dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengembangkan bahan yang digunakan dalam produk kami,” kata Monique.

Selama periode 2016—2018, permintaan Prancis terhadap produk fesyen meningkat sebesar 6,16%. Hal tersebut sejalan dengan tren peningkatan ekspor produk fesyen Indonesia ke Prancis sebesar 6,04% pada periode yang sama, serta pertumbuhan ekspor produk 4,58% tahun lalu.

(Baca: Animo Pasar Global Tinggi, Menperin Targetkan Ekspor Batik Naik 8%)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan