Siapkan Holding, Telkom Alihkan 67% Saham ATM Link ke Danareksa

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

21/6/2019, 17.07 WIB

Danareksa mengakuisisi Jalin untuk mewujudkan sinergi antar-BUMN, terutama dalam rangka pembentukan holding BUMN perbankan atau keuangan.

Danareksa mengakuisisi 67% saham Telkom di Jalin Pembayaran Nusantara senilai Rp 394,56 miliar.
Arief Kamaludin|KATADATA
Danareksa mengakuisisi 67% saham Telkom di Jalin Pembayaran Nusantara senilai Rp 394,56 miliar.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) pada Rabu (19/6) lalu menandatangi Akta Jual Beli Saham dengan PT  Danareksa terkait penjualan saham anak usaha Telkom yaitu PT Jalin Pembayaran Nusantara. Telkom melepas 654.804 saham atau setara 67% saham perusahaan pengelola jaringan ATM bank-bank BUMN bernama ATM Link tersebut kepada Danareksa.

Dari transaksi tersebut, berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat (21/6), nilainya Rp 394,56 miliar. Di sana dijelaskan, transaksi afiliasi tersebut dilatarbelakangi rencana pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta untuk mewujudkan sinergi antar-BUMN.

"Terutama, sehubungan dengan proyek pembentukan holding perbankan, maka Telkom mengubah struktur kepemilikan saham dalam Jalin yang semula dimiliki perseroan," tulis keterbukaan informasi tersebut.

(Baca: Telkom Bagi Dividen Jumbo Rp 16 Triliun, 90% dari Laba Bersih 2018)

Mengingat Danareksa bakal menjadi holding BUMN di sektor perbankan, kepemilikan Danareksa dalam Jalin diharapkan dapat menyelaraskan strategi dan implementasi usaha Jalin dengan arah dan rencana umum pemerintah bagi BUMN perbankan. Selain itu, Danareksa dapat menciptakan berbagai nilai tambah berupa sinergi operasional, keuangan serta kerja sama lainnya.

Sebagai informasi, layanan utama Jalin adalah ATM/EDC switching. Untuk penyediaan layanan ini, Jalin memegang izin sebagai prinsipal dan lembaga switching Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Dengan efektifnya pelaksanaan transaksi tersebut, diharapkan kinerja dan skala usaha Jalin meningkat. Sehingga, sebagai pemegang saham moniritas, Telkom secara tidak langsung diuntungkan melalui peningkatan nilai Jalin. Usai transaksi tersebut terwujud, Telkom hanya akan memegang 322.516 saham atau setara 33% saham Jalin.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ruky, Safrudin & Rekan selaku penilai independen memberikan opini wajar terkait harga transaksi. Menurut mereka, nilai pasar wajar atas 67% saham Jalin sebenarnya Rp 412,76 miliar. Sehingga harga rencana transaksi yang terdapat di Akta Jual Beli Saham, hanya lebih kecil 4,41%.

(Baca: Super Holding BUMN Mengikuti Jejak Temasek dan Khazanah)

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/6), Direktur Utama Danareksa Arief Budiman mengatakan, aktivitas switching yang dilakukan Jalin adalah usaha yang mendukung sektor perbankan khususnya, dan industri keuangan pada umumnya. "Ini sejalan dengan rencana holding perbankan dan jasa keuangan," ujar Arief.

Dia menambahkan, Jalin memiliki kontribusi dalam meningkatkan kualitas infrastuktur jasa keuangan. Melaui upaya-upaya efisiensi yang bakal dilakukan oleh Jalin, diharapkan dapat mengurangi biaya switching bank, pengelolaan ATM, dan pada akhirnya dapat menurunkan biaya transaksi yang ditanggung masyarakat.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan