PGN Ingin Menyerap Produksi Gas Blok Masela

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

24/6/2019, 19.45 WIB

Produksi gas Blok Masela merupakan potensial portofolio bagi PGN.

pgn, blok masela, produksi gas indonesia
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi, Perusahaan Gas Negara (PGN) sudah melakukan pembicaraan intensif dengan Inpex Coporation terkait pengelolaan gas Blok Masela.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berminat menyerap produksi gas Blok Masela. Direktur Komersil PGN Danny Praditya mengaku PGN dan Inpex telah menjalin komunikasi yang cukup intens terkait produksi gas Blok Masela.

Namun PGN masih membutuhkan pembicaraan yang lebih detail terutama terkait keekonomian. "Kami juga sempat bicara nanti bisa di bawa ke mana? Modalnya seperti apa? Harganya berapa? Tapi kan ini masih panjang," ujar Danny di Kementerian ESDM, Senin (24/6).

Danny bilang kerja sama pengelolaan gas dengan Inpex Corporation merupakan potensial portofolio bagi perseroan. Apalagi gas Blok Masela bisa menjadi pasokan baru bagi kebutuhan domestik.

"Kalau PGN menganggap itu sebagai potensial portofolio yang akan menjamin pasokan di domestik," ujarnya.

(Baca: SKK Migas Yakin LNG Blok Masela Terserap Domestik saat Produksi 2027)

Sebelumnya Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, produksi gas Blok Masela bisa diserap di dalam negeri karena adanya potensi penurunan produksi gas dari blok migas eksisting. "Tujuh tahun akan datang mungkin 50% dari eksisting ini akan decline, di situ digantikan oleh munculnya Blok Masela, jadi untuk menggantikan apa yang sudah diproduksi," ujarnya di Gedung Kementerian ESDM pada pekan lalu.

Namun Dwi belum bisa menyebut besaran produksi Blok Masela yang akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik. Penentuan alokasi produksi gas dan harga jual gas Blok Masela dan akan dihitung setelah revisi rencana pengembangan (PoD) Blok Masela diserahkan oleh Inpex Corporation. 

SKK Migas menargetkan produksi Blok Masela mencapai 10,5 juta ton per tahun (mtpa) yang terdiri dari 9.5 juta ton LNG per tahun dan gas pipa sebesar 150 mmscfd. Proyek Blok Masela diharapkan berproduksi pada 2027. Investasi pengembangan Blok Masela ditaksir mencapai US$ 18 miliar - US$ 20 miliar. 

(Baca: Surat Perpanjangan Kontrak Blok Masela Akan Diteken Akhir Juni)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan