Startup Fotografi SweetEscape Kantongi Pendanaan Rp 84,82 miliar

Penulis: Pingit Aria

2/7/2019, 15.36 WIB

Investasi ini akan digunakan untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.

Pemotretan SweetEscape di Kyoto, Jepang.
SweetEscape
Pemotretan SweetEscape di Kyoto, Jepang.

Startup fotografi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) SweetEscape mengantongi pendanaan seri A senilai US$ 6 juta atau sekitar Rp 84,82 miliar. Putaran pendanaan kali ini dipimpin oleh Openspace Ventures dan Jungle Ventures, dengan partisipasi Burda Principal Investments dan beberapa investor lain.

Dana ini akan digunakan untuk mengembangkan teknologi AI dan memperkuat ekspansinya di Asia. Berpusat di Jakarta serta memiliki perwakilan di Singapura dan Manila, SweetEscape saat ini mempekerjakan 100 karyawan dan akan melipatgandakan timnya pada akhir 2019.

SweetEscape juga bermitra dengan ribuan fotografer di lebih dari 500 kota di seluruh dunia. “Misi kami adalah untuk memberdayakan komunitas fotografer serta menyediakan jasa fotografi terbaik dengan harga terjangkau di seluruh dunia,” kata Co-Founder SweetEscape David Soong dalam siaran pers, Selasa (2/7).

David yang juga seorang fotografer bertekad untuk membuat platform SweetEscape dapat meningkatkan produktivitas rekan sejawatnya. Menurutnya, penggunaan teknologi AI dapat mempercepat proses editing pasca-produksi.

(Baca juga: Gaya Hidup Milenial Jadi Ladang Subur Startup Pariwisata)

Menurutnya, SweetEscape pertama kali didirikan untuk membantu pengguna mendapatkan fotografer saat bepergian agar momen liburan mereka diabadikan dengan baik. Ide ini mendapat sambutan positif hingga jumlah penggunanya meningkat empat kali lipat dalam dua tahun.

Kini, SweetEscape tak hanya melayani pesanan foto perjalanan, tetapi juga berbagai acara keluarga hingga promosi perusahaan. Pengguna dapat memesan jasa fotografi melalui aplikasi, melakukan pemotretan, dan mendapatkan foto yang telah diolah dalam 48 jam.

David Soong dan Emile Etienne yang mendirikan Sweet Escape pada 2017 juga merupakan pendiri  Bridestory. Hanya, platform marketplace aneka pernik pernikahan terbesar di Asia Tenggara itu telah diakuisisi oleh Tokopedia.

Hian Goh, perwakilan dari Openspace Ventures menyatakan bahwa Sweet Escape berhasil memahami perubahan perilaku masyarakat dan mengubahnya menjadi peluang bisnis. “Kami tak sabar untuk mendukung SweetEscape dalam mengembangkan teknologi dan mengembangkan platformnya.”  

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha