Beras Bulog untuk BPNT, Buwas Batal Mundur dari Posisi Dirut

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ratna Iskana

4/7/2019, 18.02 WIB

Kementerian Sosial juga membuka peluang Bulog menjadi penyalur telur ayam untuk program bantuan sosial (bansos).

bulog, bpnt, kemensos, budi waseso
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Direktur Utama Budi Waseso batal mundur dari jabatannya karena Kementerian Sosial memutuskan untuk melibatkan Bulog dalam penyaluran beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Menteri Sosial Agus Gumiwang menyerahkan penyaluran beras Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) kepada Perum Bulog. Bahkan, Agus mengizinkan Bulog menyalurkan semua beras untuk BPNT.

"Kami arahkan Bulog bisa 100% untuk menyalurkan beras Bulog ke e-waroeng," katanya di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Kamis (4/7)

Ini artinya, Bulog dimandatkan sebagai manajer penyediaan beras untuk BPNT. Nantinya, Bulog memiliki kewenangan untuk mengundang perusahaan swasta dalam memasok beras BPNT.

Kebijakan tersebut diambil karena beras Bulog dipercaya memiliki kualitas baik, sehingga pelayanan BPNT tetap terjaga. Keputusan ini, lanjut Agus, akan segera direalisasikan kurang dari sebulan mendatang.

Beras BPNT akan disalurkan ke e-waroeng yang telah bekerja sama dengan pemerintah. Sementara, kesepakatan administrasi dan teknis penyaluran masih dirumuskan oleh kedua belah pihak.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Andi Dulung menambahkan, penyalur beras swasta tidak perlu khawatir Bulog menjadi penyalur besar. Sebab, Bulog bisa menstabilisasikan harga. "Kan prinsip stabilisasi harga untuk mengusahakan tidak ada daerah yang sortage," ujarnya.

Seiring dengan hal tersebut, Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan batal mengundurkan diri dari jabatannya saat ini. "Ini sudah selesai, jadi tidak. Sekarang sudah diserahkan ke Bulog, perannya jelas," kata pria yang kerap disapa Buwas ini.

Sebelumnya, Budi mengancam undur diri dari jabatannya lantaran Kemensos tidak melibatkan Bulog dalam penyaluran beras BPNT. Sebab, menurut Budi, penyaluran beras BPNT dari Bulog hanya diberikan sebesar 70%.

Selain beras, Agus juga membuka peluang Bulog menjadi penyalur telur ayam untuk program bansos. Menanggapi hal tersebut, Budi berharap Bulog bsa menjadi stabilitator harga telur di tingkat peternak. "Mudah-mudahan tidak ada petani yang dirugikan lagi karena ayam tidak laku," ujarnya.

Adapun, penyaluran telur tersebut guna menjembatani peternak mandiri dengan BPNT. Budi pun mengatakan, distribusi telur akan langsung diatur tanpa menggunakan cold storage.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha