Inovator Muda ITS Siap Harumkan Indonesia di Kompetisi Otomotif Dunia

Penulis: Tim Publikasi Katadata

5/7/2019, 11.56 WIB

ITS Team 5 Antasena dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang saat ini mewakili Asia pada ajang Drivers World Championship di London hingga 5 Juli 2019

Shell
Katadata

Kelompok mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, yang tergabung dalam ITS Team 5, bertarung di ajang Drivers World Championship. Kejuaran otomotif yang digelar di sirkuit Mercedez Benz Weybridge (MBW), Surrey, Inggris, itu berlangsung sejak 29 Juni hingga 5 Juli 2019.

 

Tim ITS yang dikenal dengan Tim Antasena ini, sebelumnya telah mengalahkan lebih dari 100 tim inovator berbakat dari berbagai negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah dalam Drivers’ World Championship Qualifier atau Shell Ecomarathon Asia 2019 di Sepang, Malaysia. Team 5 bahkan meraih capaian baru dalam kompetisi adu cepat kendaraan  ultra efisien  serta mendapat penghargaan Offtrack Hydrogen Newcomer Award.

 

Tim meraih capaian jarak tempuh sejauh 90 km/m3,  jauh melampaui hasil yang diraih juara tahun lalu untuk kategori yang sama, yang hanya 46 km/m3. Dalam adu balap Asia tersebut, Tim Antasena yang menurunkan mobil Antasena FCH 1.0  menjadi juara kedua. Mereka menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang berhak maju ke Shell Eco-marathon Europe dan Grand Final Drivers World Championship.  

 

Ghalib Abyan, General Manager Tim ITS 5, mengatakan perjuangan di Drivers’ World Championship akan lebih berat.  Di arena Shell Eco Marathon Asia, peserta diminta membuktikan mobil paling efisien di kategori masing-masing. Sedangkan di DWC diperlukan sinergi kuat antara teknologi, inovasi, serta kerja sama antar anggota tim, untuk menekan batasan efisiensi energi. Keahlian dan strategi dalam menangani kendaraan dan mengatur efisiensi energi merupakan keharusan guna membantu tim menjadi yang pertama sampai ke garis finish.

 

“Kami optimistis. Tujuan kami berkompetisi untuk menujukkan kualitas bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia. Sebelumnya, tim Antasena ITS sudah berupaya sebaik mungkin di ajang Shell Eco marathon Asia 2012 dan 2014, namun baru tahun 2019 ini kami berhasil,” lanjut Ghalib.

 

Menurut dia, tim terus membangun kompetensi di bidang otomotif dan penggunaan alternatif sumber energi. Capaian Tim Antasena, kata Galib, diraih atas bantuan dan dukungan  berbagai pihak, dosen, serta karyawan dari Teknik Material, plus kepercayaan sponsor yang membantu mereka membuat mobil urban hidrogen pertama di Indonesia.

 

Dosen pembimbing ITS Team 5, Fakhreza Abdul, menyebut Shell Eco-marathon merupakan ajang kompetisi terbesar dan paling bergengsi. Mahasiswa mendapat pelajaran profesional yang sesungguhnya. Sebagai inovator muda mereka ditantang untuk membuat mobil dari nol dengan mempertimbangkan segenap aspek, baik teknis maupun nonteknis. Tim dituntut untuk mampu menganalisa tren industri dan perkembangan setiap negara.

 

Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ismunandar, mengungkapkan hal senada. Kesempatan berjuang di DWC merupakan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk unjuk gigi. “Pemerintah mempunyai keyakinan penuh bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang pantang menyerah, inovatif, dan mampu bersaing di ajang kompetisi global. Sudah waktunya kita memberikan perhatian yang besar untuk membangun mesin mobil dan kendaraan yang hemat energi,” kata Ismunandar.  

 

Ajang kompetisi  Internasional, seperti Shell Eco-marathon,  Ismunandar menilai, sebagai motor penggerak pembangunan sains dan teknologi serta menjadi contoh kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak swasta.

 

Presiden  Direktur dan Country Chairman PT Shell Indonesia Darwin Silalahi mengatakan, “Kami bangga bahwa kompetisi Shell Eco-marathon Asia yang sudah 10 tahun berjalan ini, berhasil melahirkan inovator-inovator muda berbakat.”

 

Darwin berharap kompetisi sejenis ini dapat membantu menciptakan talenta muda Indonesia yang mampu berinovasi dan menjadi agen perubahan yang lebih baik. Prestasi Tim Antasena  menjadi bukti anak-anak muda Indonesia memiliki potensi tinggi dalam berkreasi  merancang teknologi dan inovasi otomotif terbaik.

 

Tim Antasena berhasil meraih capaian ini lewat kerja keras dari sekitar 25 anggota tim, baik teknis dan nonteknis. Kelompok ini merupakan kumpulan mahasiswa jurusan Teknik Material dan Metalurgi, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Infrastruktur Sipil, Teknik Mesin Industri, dan Manajemen Bisnis.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha