Sembilan Perusahaan Akses Dokumen Lelang Blok Migas Tahap II 2019

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

5/7/2019, 19.27 WIB

Mayoritas perusahaan tersebut tertarik pada WK Bone. Sementara WK West Kampar tidak diminati sama sekali.

lelang wk migas, kementerian esdm
Katadata
Ilustrasi, blok migas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melelang empat wilayah kerja (WK) migas dalam lelang tahap II 2019.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim, perusahaan migas tertarik mengikuti lelang wilayah kerja (WK) migas tahap II 2019. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan, ada sembilan perusahaan dari dalam dan luar negeri yang telah mengakses dokumen lelang. 

Sejauh ini, mayoritas perusahaan tersebut tertarik pada WK Bone. Sementara WK West Kampar tidak diminati sama sekali. "Di WK Bone ada empat perusahaan, WK Kutai ada tiga perusahaan, dan WK West Ganal ada dua perusahaan," kata Agung saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM Jumat (5/7).

Agung pun optimistis ke depannya akan ada beberapa perusahaan lagi yang tertarik mengakses dokumen lelang. Pasalnya waktu lelang masih panjang. "Ini kan ekplorasi, masih ada beberapa, insya Allah makin banyak yang tertarik dengan skema gross split," kata Agung.

Pemerintah menetapkan waktu lelang WK Migas Konvensional Tahap II tahun 2019 mulai 8 Mei - 31 Juli 2019 dan proses klarifikasi mulai 13 Mei - 2 Agustus 2019. Pemerintah menutup akses dokumen lelang pada 5 Agustus 2019.

(Baca: Pertamina Incar 2 Wilayah Kerja Migas di Lelang Tahap II 2019)

Dalam lelang WK migas tahap II ini pemerintah menawarkan empat WK Migas, terdiri dari dua WK migas yang tidak ada pemenangnya dalam lelang tahap I, yaitu WK West Ganal dan WK West Kampar, serta dua WK migas baru, yaitu WK Kutai dan WK Bone. 

WK West Kampar berlokasi di Riau dan Sumatera Utara. Blok migas ini terakhir berproduksi pada 27 Maret 2017 sebesar 112 barel minyak per hari (BOPD). Pemerintah menetapkan bonus tanda tangan minimal US$ 5 juta dan komitmen pasti minimal US$ 64,43 juta untuk studi G&G, seismik 2D 500 kilometer persegi (km2), seismik 3D 200 km2, dan pengeboran enam sumur eksplorasi.

WK West Ganal berlokasi di lepas pantai Kalimantan Timur. Pemerintah menetapkan bonus tanda tangan minimal US$ 29 Juta minimal dan komitmen pasti yang terdiri dari studi G&G, pengeboran empat sumur eksplorasi, seismik 3D 600 KM2, dan seismik 2D 600 KM.

WK Kutai berlokasi di daratan dan lepas pantai Kalimantan Timur. Bonus tanda tangan untuk WK migas ini minimal US$ 2,5 juta dan komitmen pasti terdiri dari studi G&G dan seismik 3D 1.000 km2.

WK Bone berlokasi di lepas pantai Sulawesi Selatan. Bonus tanda tangan minimal US$ 2,5 juta dan komitmen pasti terdiri dari studi G&G dan seismik 3D 500 km2.

(Baca: Pemerintah Promosikan Tujuh Blok Migas ke Perusahaan Asing)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan