Aturan Pajak Diperlonggar, Pencarian Rumah Mewah di Lamudi Meningkat

Penulis: Michael Reily

Editor: Desy Setyowati

6/7/2019, 13.42 WIB

Tarif PPnBM turun dari lima persen menjadi satu persen.

Pencarian rumah mewah melalui platform Lamudi meningkat.
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi, pencarian rumah mewah melalui platform Lamudi meningkat.

Portal Properti Lamudi.co.id mencatat, pencarian rumah mewah melalui platformnya meningkat selama sebulan terakhir. Peningkatan ini terjadi setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperlonggar kebijakan terkait pajak rumah mewah.

Direktur Komersial Lamudi Yoga Priyautama mengungkapkan, pencarian rumah mewah di atas Rp 10 miliar di kawasan Menteng, Kemang, dan Pondok Indah meningkat hingga empat persen. Ia mengatakan, kebijakan ini memberi angin segar bagi bisnis properti, terutama yang menyasar segmen menengah ke atas.

Berdasarkan pantauannya, selama ini pengembang kesulitan memasarkan rumah mewah. “Bukan karena minimnya daya beli, tetapi kondisi situasi politik yang belum stabil,” kata dia dalam siaran pers, kemarin (5/7).

(Baca: Sri Mulyani Turunkan Pajak Penghasilan Rumah Mewah Jadi 1%)

Ia berharap, kebijakan ini bisa meningkatkan kepercayaan diri pengembang untuk membangun produk properti yang menyasar segmen atas. Apalagi, penjualan rumah mewah memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pengembang.  

“Empat tahun belakangan ini banyak pengembang yang tidak ingin mengambil risiko. Mereka lebih banyak mengeluarkan produk yang menyasar kelas menengah, karena segmen ini tidak terpengaruh dengan situasi politik dan ekonomi,” kata Yoga. 

Adapun Kemenkeu merilis Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 9 Tahun 2019, yang isinya meningkatkan batasan nilai hunian yang kena Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 20% pada 10 Juni lalu. Batasan itu naik dari harga jual Rp 10 miliar dan Rp 20 miliar menjadi Rp 30 miliar. 

(Baca: Aturan Pajak Properti Diperlonggar, Pakuwon Jati Garap Hunian Mewah)

Bahkan, tarif PPnBM diturunkan dari lima persen menjadi satu persen. Karena itu, ia optimistis hunian segmen menengah ke atas bakal diminati. Saat ini, ada sekitar 13.757 listing iklan rumah seharga Rp 10 miliar lebih di platformnya.

Salah satu pengembang yang berencana menggarap proyek hunian mewah adalah PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Rencana ini menyusul pelonggaran kebijakan terkait pajak, yang ditetapkan oleh Kemenkeu.

Karena tidak lagi dikenakan PPnBM, Pakuwon berencana menggarap hunian dengan harga jual Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar. "Kami ada rencana membangun hunian di Jakarta dan Surabaya. Kami akan pertimbangkan untuk meluncurkan produk (hunian) di atas Rp 5 miliar," kata Direktur Pakuwon Jati Ivy Wong, beberapa waktu lalu (25/6).

(Baca: Bangun 100 Ribu Rumah hingga Mall, Ini Sederet Rencana Bisnis Lippo)

 

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha