APKASI dan Bukalapak Sepakat Daringkan UKM di 416 Kabupaten

Tim Publikasi Katadata

8/7/2019, 10.25 WIB

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Bukalapak bersepakat untuk membawa UKM daerah menuju pemasaran online ke pasar global.

APKASI
Katadata

Jakarta, 5 Juli 2019--  Kesepakatan ini disampaikan kedua pihak dalam upacara penutupan APKASI Otonomi Expo 2019, yang berlangsung Balai Sidang Jakarta Convention Center, Senayan Jakarta, Jum'at (5/7/2019).

 

Ketua Umum APKASI, Abdullah Azwar Anas menggandeng Bukalapak untuk membantu UKM-UKM di 416 pemerintah kabupaten. "Saya melihat Bukalapak ini sudah teruji sistemnya, sementara APKASI memiliki potensi komoditas yang tersebar di seluruh nusantara," kata Bupati Banyuwangi ini.

 

CEO Bukalapak Ahmad Zaky menyanggupi ajakan tersebut. Ia mengatakan sudah berkeliling ke arena pameran yang digelar APKASI, dan melihat ada banyak potensi komoditas yang berkualitas. “Sangat sayang kalau ini tidak di-online-kan agar masyarakat banyak mengetahuinya," ujarnya. 

 

Zaky sedikit membocorkan strategi pemasaran yang tengah dibidik Bukalapak, yakni go-global. Bukalapak tengah melihat potensi pemasaran ke negara-negara lain, yang dalam jangka pendek akan menyasar negara  ASEAN lebih dulu.  “Insya Allah bisa ditembus. Dengan fitur ini akan memberikan pengalaman dan tantangan kepada pelaku UKM untuk pertama kalinya bisa melakukan perdagangan ekspor ke luar negeri," kata Zaky di depan para pengunjung acara APKASI.

 

APKASI dan Bukalapak, akan langsung menindaklanjuti kerja sama ini dengan menggelar rapat koordinasi  dalam waktu dekat. Menurut Anas saat ini merupakan era kolaborasi sehigga semua pihak tidak perlu kita membangun sistem secara sendiri-sendiri. Selain dengan Bukalapak, dalam kesempatan yang sama APKASI juga menyampaikan siap berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata  untuk mengembangkan berbagai sektor pariwisata di daerah, mulai pariwisata lintas batas negara (crossborder tourism), homestay, sampai desa wisata.

 

Kerja Sama Pariwisata  

"APKASI mendukung program-program Kementerian Pariwisata, sehingga ke depan kebijakan pariwisata nasional bisa semakin punya instrumen pelaksanaan yang efektif dan saling dukung di daerah," kata  Abdullah Azwar Anas yang baru saja menggantikan Mardani H. Maming sebagai Ketua Umum APKASI.

 

Anas menjelaskan, pengembangan kolaborasi pariwisata ini sekaligus bagian dari strategi mendorong pemajuan seni-budaya daerah, karena makin kuat konten kearifan lokalnya, makin kuat pula daya tariknya untuk pengunjung. "Untuk crossborder tourism, saya sudah sampaikan ke Pak Menteri, pilot project kerja sama ini akan dibuat di beberapa kabupaten, misalnya salah satunya Kabupaten Belu, NTT," katanya. Anas menambahkan wisata lintas batas negara bisa mengungkit perekonomian kabupaten yang wilayah perbatasannya telah dibangun oleh pemerintah pusat dengan ikon-ikon yang menarik.

 

Menurut Anas, strategi crossborder tourism yang diinisiasi Kementerian Pariwisata harus disambut APKASI karena akan sangat mendukung pengembangan kabupaten-kabupaten yang menjadi perbatasan negara. Pasarnya datang dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste. "Sudah banyak kisah sukses crossborder tourism. Perancis misalnya, sekitar 50 persen wismannya diperoleh dari negara yang berbatasan dengannya,” kata Anas.

 

Ia memberi contoh negara lain yang mendapat limpahan cukup besar dari border tourits, termasuk Belgia 51 persen, Thailand sekitar 45 persen, dan Malaysia 60 persen. Oleh karena itu kata Anas kesempatan yang sama bisa diperoleh kabupaten terdepan untuk menjadi mesin penyedot wisatawan mancanegara, yang otomatis akan menggerakkan ekonomi kabupaten itu.

 

Sementara itu terkait pengembangan desa wisata, APKASI siap berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata untuk menyukseskan program desa wisata sesuai visi Presiden Joko Widodo untuk membangun bangsa dari pinggiran, termasuk desa dengan memanfaatkan budaya, alam, dan kreativitas warganya. Di Indonesia, total ada sekitar 83.000 desa/setingkat desa. Dari jumlah itu, sekitar 10 persennya berpotensi menjadi desa wisata.

 

"APKASI siap menyukseskan target 2.000 Desa Wisata Mandiri yang dicanangkan pemerintah pusat. Bukan hanya desa wisata rintisan, berkembang, dan maju, tapi sudah mengarah ke mandiri," ungkap Anas..

 

Terkait pengembangan homestay, Anas menambahkan fokusnya adalah mengangkat kearifan arsitektur khas lokal untuk diimplementasikan dalam homestay-homestay dengan pendampingan Kementerian Pariwisata. Di Kementerian Pariwisata sudah ada ribuan kamar penduduk di desa-desa yang diaktivasi menjadi homestay. Selain itu, ada arsitektur khas lokal yang diusung sehingga jadi daya tarik. “Nah itu akan dikerjasamakan APKASI agar merata ke semakin banyak kabupaten di Tanah Air," kata Anas.

APKASI

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha