Penangkapan Kapal Tanker Iran Picu Ketegangan, Harga Minyak Dunia Naik

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Martha Ruth Thertina

8/7/2019, 15.10 WIB

Angkatan Laut Inggris menangkap kapal tanker raksasa Iran di Selat Gibraltar, pekan lalu. Kapal diduga akan menyelundupkan minyak ke Suriah.

Harga minyak dunia berangsur naik, penangkapan kapal iran
Katadata
Harga minyak dunia berangsur naik seiring meningkatnya ketegangan geopolitik imbas penangkapan kapal tanker raksasa Iran oleh Angkatan Laut Inggris.

Harga minyak dunia kembali naik seiring meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah. Ketegangan terjadi setelah Angkatan Laut Inggris menangkap kapal tanker Iran, Supertank Grace 1, di Selat Gibraltar, pekan lalu. Kapal tersebut dituding akan menyelundupkan minyak ke Suriah.

Mengutip Reuters, Komandan Garda Revolusi Iran merespons keras penangkapan tersebut. Menurut dia, Iran seharusnya menangkap kapal tanker Inggris jika kapal tanker Iran tidak segera dilepaskan. Deputi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi telah membantah tudingan bahwa kapal menuju Suriah.

Mengutip Bloomberg, harga minyak WTI untuk pengiriman Agustus sempat anjlok ke posisi US$ 56,25 per barel pada pekan lalu. Namun harganya sedikit demi sedikit naik hingga saat ini berada di posisi US$ 57,69 per barel.

(Baca: Turun US$ 7, ICP Juni Anjlok Ke Level US$ 61 per Barel)

Kondisi mirip terjadi atas minyak Brent untuk pengiriman September. Harganya sempat anjlok ke posisi US$ 62,40 per barel pada pekan lalu. Namun, harganya berangsur naik, hingga saat ini berada di posisi US$ 64,45 pe barel.

Dalam Konferensi Pers setelah penangkapan, Deputi Menteri Abbas menyatakan Angkatan Laut Inggris, British Royal Marines, menangkap kapal tanker Iran pada Kamis (4/7). Penangkapan terjadi di Selat Gibraltar yang merupakan teritori Inggris di ujung Selatan Spanyol.

Penangkapan dilakukan karena kapal dituding mencoba untuk mengirimkan minyak ke Suriah dan melanggar kebijakan sanksi dari Uni Eropa. Abbas membantah tudingan tersebut.

Ia menjelaskan kapal tanker raksasa itu memiliki kapasitas hingga dua juta barel minyak. Itu sebabnya kapal melakukan perjalanan melalui Selat Gibraltar daripada Kanal Suez. Ia menyebut intervensi Angkatan Laut Inggris sebagai maritim robbery alias perampokan di laut.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN