Kelebihan Pasokan, Peternak Khawatirkan Harga Ayam Kembali Jatuh

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

9/7/2019, 14.38 WIB

Pengusaha peternakan mengkhawatirkan penurunan harga jual ayam meski di sejumlah daerah mulai berangsur normal.

Peternak Khawatirkan Harga Ayam Kembali Jatuh
Antara
Permintaan daging ayam terus meningkat

Pengusaha peternakan mengkhawatirkan harga jual ayam kembali jatuh meski di sejumlah daerah mulai berangsur normal. Hal ini karena ada kelebihan pasokan di beberapa sentra produksi.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) Sigit Prabowo mengatakan, harga ayam di Jawa Tengah dan Jawa Timur masih lebih rendah dibandingkan daerah lainnya. "Harga di Jawa Tengah dan Jawa Timur sempat naik, tapi kemudian berhenti," kata Sigit kepada Katadata.co.id, Selasa (9/7).

Menurut dia, hal ini disebabkan oleh banyaknya pasokan ayam dari perusahaan integrasi. Ekspansi kandang modern pada 2018 lalu cukup kencang, namun tak diikuti dengan pengelolaan ayam pasca-panen.

(Baca: Harga Ayam Jatuh, Peternak Kecil Gulung Tikar)

Akibatnya, pasokan ayam di Jawa Timur dan Jawa Tengah berlebihan. Kelebihan pasokan ini dikhawatirkan bakal dialihkan ke ke Jawa Barat sehingga dapat berdampak pada harga ayam peternak di sana jatuh.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), harga ayam pada tingkat peternak di Jawa Barat Rp 19.000 - 21.000 per kilogram. Sementara itu, harga ayam di Jawa Tengah dan Yogyakarta pada rentang Rp 16.500 - 19.000. Kemudian, harga ayam di Jawa Timur Rp 16.800 - 18.500.  Harga tersebut relatif membaik dibanding beberapa waktu lalu yang sempat anjlok di bawah Rp 10.000 per kilogram. 

(Baca: Pemerintah Turun Tangan Atasi Kemelut Penurunan Harga Ayam)

Karenanya, dia berharap ada penataan produksi pada sektor hilir. "Jadi perusahaan integrasi perlu membangun RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas), cold storage, dan olahan sesuai kapasitas," ujarnya. 

Meski begitu, ia mengakui membaiknya harga ayam lantaran ada andil dari kebijakan pemerintah. Sebelumnya, pemerintah menggulirkan pemotongan ayam hidup (parent stock/PS) broiler yang berumur di atas 68 minggu. Langkah ini diikuti Pakta Integritas antara pemerintah dan perusahaan pembibit PS ayam ras broiler tersebut.

(Baca: Pemerintah Turun Tangan Atasi Kemelut Penurunan Harga Ayam)

Kemudian, Kementerian Pertanian meminta pelaku usaha perunggasan meningkatkan kapasitas pemotongan di RPHU sampai 30% dari jumlah produksi live bird internal. Adapun pelaku usaha yang memiliki live bird di atas 300 ribu ekor per minggu wajib memiliki RPHU dan cold storage untuk menampung karkas mereka.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha