Produksi Blok Mahakam Terus Turun, Pertamina "Salahkan" Total

Penulis: Ratna Iskana

9/7/2019, 17.32 WIB

"Sementara Total tidak melakukan investasi dan mengebor sumur-sumur baru lagi setelah diputuskan tidak lagi mengelola Blok Mahakam," ujar Dharmawan Samsu.

blok mahakam, pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA
ilustrasi, Pertamina mengambil alih Blok Mahakam pada 1 Januari 2018, namun produksinya terus turun. Hingga semesteri I-2019, produksi siap jual (lifting) gas Blok Mahakam hanya mencapai 662 MMscfd atau 60,18% dari target tahun ini sebesar 1100 mmscfd.

Pertamina kewalahan mempertahankan produksi Blok Mahakam. Sejak diambil alih Pertamina pada 1 Januari 2018 lalu, produksi Blok Mahakam terus turun.

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan Samsu mengatakan, produksi Blok Mahakam terus menurun karena usia sumur-sumur migas di sana yang sudah tua. "Sementara Total tidak melakukan investasi dan mengebor sumur-sumur baru lagi setelah diputuskan tidak lagi mengelola Blok Mahakam," ujar Dharmawan pada Senin (8/7).

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pertamina memacu pengeboran sumur-sumur baru. Dengan begitu, laju penurunan produksi migas di Blok Mahakam tahun ini diharapkan bisa tertahan atau bahkan tidak turun sama sekali. "Kami mengebor satu sumur setiap tiga hari. Selain itu, melakukan pengeboran di area-area baru. Kami mengebornya semakin dalam," kata Dharmawan.

(Baca: Pengeboran Belum Maksimal, Lifting Migas Blok Mahakam Terus Turun)

Namun berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Pertamina baru mengebor 42 sumur di Blok Mahakam sepanjang semester I-2019. Padahal, Pertamina menargetkan mengebor 118 sumur tahun ini.

Hasil pengeboran tersebut pun tidak maksimal. Padahal SKK Migas menargetkan hasil pengeboran 42 sumur bisa menambah produksi gas sekitar 110 juta standar kubik per hari (MMscfd) dan kondensat 4 ribu barel per hari (BOPD).

Alhasil, produksi siap jual (lifting) gas Blok Mahakam hingga semester pertama tahun ini hanya mencapai 662 MMscfd atau 60,18% dari target tahun ini sebesar 1100 mmscfd. Sedangkan lifting minyaknya sebesar 37 ribu BOPD atau 73,4% dari target yang dipatok sebesar 50.400 BOPD.

Realisasi lifting migas Blok Mahakam per semester pertama juga lebih rendah dari lifting minyak sepanjang empat bulan pertama tahun ini yang mencapai 42 ribu BOPD dan gas sebesar 667 MMscfd. Capaian tersebut jauh menurun dari realisasi lifting gas Blok Mahakam ketika masih dikelola oleh Total EP Indonesia pada 2017 lalu yang mencapai 1.286 MMscfd.

(Baca: Pengeboran Masif di Blok Mahakam oleh Pertamina Mulai Kuartal III 2019)

Reporter: Yura Syahrul

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan