Go-Viet Buka Lowongan Pimpinan, Bersiap Luncurkan Go-Pay di Vietnam?

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Martha Ruth Thertina

10/7/2019, 10.02 WIB

Go-Viet adalah satu-satunya penyedia layanan ride hailing di Vietnam yang belum dapat memberikan layanan pembayaran non-tunai.

Gojek Vietnam, Go-Viet bersiap luncurkan Gopay
Go-Jek
Go-Jek berekspansi ke Vietnam.

Go-Viet dilaporkan tengah melakukan percepatan rekrutmen untuk posisi pimpinan menyusul akan diluncurkannya layanan Go-Pay di Vietnam. Peluncuran Go-Pay menjadi langkah bisnis penting lantaran kompetitornya telah duluan memiliki layanan pembayaran non-tunai.

KrAsia melaporkan Country Director Go-Viet Christy Le mengunggah beberapa iklan pekerjaan melalui akun Facebook-nya, termasuk posisi senior kepala bidang hukum dan kepala pengembangan bisnis untuk Go-Pay.

Diluncurkan September lalu, Go-Viet adalah satu-satunya penyedia layanan pemberian tumpangan (ride hailing) di Vietnam yang belum dapat menawarkan metode pembayaran non-tunai untuk layanannya.

(Baca: Serius Garap Vietnam, Anak Usaha Gojek Rekrut Mantan Bos Facebook)

Kompetitornya, Grab telah bekerja sama dengan pemain lokal di bisnis penyedia layanan dompet digital (e-wallet), Moca. FastGo yang merupakan bagian dari NextTech Group, mendapat keuntungan dari penggabungan layanan mPOS dan VIMO yang menghasilkan NextPay. Sedangkan, MyGo memiliki ViettelPay dan Be telah bermitra dengan VPBank.

Peraturan terkait layanan e-wallet di Vietnam semakin ketat. Ini lantaran regulator ingin meningkatkan kontrol atas pasar yang sudah dipenuhi 30 penyedia layanan e-wallet. Salah satu opsi yang bisa dilakukan Go-Viet adalah mengikuti langkah Grab yaitu bermitra dengan penyedia layanan e-wallet lokal yang telah berlisensi.

Di Indonesia, Go-Jek memperoleh lisensi e-wallet dengan mengakuisisi perusahaan lebih kecil yang sudah mendapatkan lisensi.

Adapun ambisi Go-Viet untuk memperluas bisnis ke Vietnam harus diperhadapkan dengan beberapa masalah kepemimpinan. CEO Go-Viet Nguyen Vu Duc dan Wakil Direktur Go-Pay Nguyen Bao Linh mundur dari perusahaan pada April lalu. Namun, Go-Viet menyatakan bahwa keduanya masih bekerja untuk Go-Viet dan Go-Jek dalam peran sebagai penasihat. Posisi CEO Go-Viet kini dipegang oleh mantan CEO Facebook Vietnam Christy Le.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan