Demi Konservasi, Jokowi Ingin Wisatawan ke Pulau Komodo Dibatasi

Penulis: Pingit Aria

11/7/2019, 15.26 WIB

Jumlah wisatawan yang datang ke Taman Nasional Komodo meningkat lebih dari 100% dalam empat tahun.

Presiden Jokowi dan rombongan menyaksikan Komodo saat mengunjungi Pulau Rinca, Labuan Bajo, NTT, Kamis (11/7) pagi.
Rahmat/Humas Kepresidenan
Presiden Jokowi dan rombongan menyaksikan Komodo saat mengunjungi Pulau Rinca, Labuan Bajo, NTT, Kamis (11/7) pagi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya konservasi di Kawasan Taman Nasional Komodo. Menurutnya, jumlah wisatawan harus dibatasi untuk menjaga populasi komodo.

 “Jangan sampai kita loss. Jadi bukan hanya urusan turisme tapi kita juga harus melihat bahwa ini adalah kawasan konservasi,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan saat mengunjungi Pulau Rinca, di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/7) pagi.

Menurut Presiden, pemerintah akan membuat desain besar, mana yang untuk turis, mana yang untuk konservasi. “Kita ingin nanti misalnya Pulau Komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi sehingga turis di situ betul-betul kita batasi, ada kuota, bayarnya mahal. Kalau enggak mampu bayar enggak usah ke sana,” ujarnya.

Meski, ia juga tak menutup peluang bagi masyarakat dengan kemampuan terbatas untuk melihat komodo, termasuk untuk kepentingan pendidikan. “Tapi mau lihat Komodo juga masih bisa di Pulau Rinca, misalnya seperti itu” ujar Presiden Jokowi.

(Baca juga: Incar Turis Premium, Jokowi Perintahkan Pembenahan Labuan Bajo)

Rancangan besar ini, menurut Presiden, akan dibahas dalam Rapat Terbatas dengan para anggota kabinet dan pemerintah daerah. “Semuanya harus didesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial.”

Saat ditanya apakah dengan demikian Taman Nasional Komodo akan ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Jokowi menyatakan tidak perlu. Menurut Presiden, yang penting pembenahan kawasan ini dikerjakan dengan baik.

Kepala Negara menargetkan semua pembenahan itu akan selesai maksimal dua hingga tiga tahun, termasuk untuk revitalisasi Bandara Komodo di Labuan Bajo. Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Ibu Negara Iriana, Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Turis Naik Drastis

Terhitung sejak tahun 2014 sampai dengan 2018, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), meningkat drastis. Tahun 2014, jumlah wisatawan yang datang 80 ribu orang, lalu menjadi 170 ribu orang lebih pada 2018.

“Dari jumlah tersebut rata-rata 60% merupakan wisatawan mancanegara,” kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang.

(Baca: Mulai Hari Ini Tiket Lion & Citilink Diskon 50%, Ini Daftar 208 Rute)

Sementara mengenai jumlah satwa Komodo, menurut Lukita, kurang lebih 2.800 ekor. Khusus di Pulau Rinca berdasarkan kajian data kami tahun 2018 berjumlah kurang lebih 1.040 ekor.

Hanya, Lukita menjelaskan, jumlah Komodo ini selalu fluktuatif karena kondisi alam. Ketika jumlah mangsa naik, populasi komodo akan naik, dan sebaliknya. “Memang kondisi rantai makanan seperti itu, tapi optimalnya, stabilnya, jumlah komodo di seluruh kawasan taman nasional antara 2.000 sampai 3.000 ekor,” ujarnya.

Kawasan Taman Nasional Komodo, menurut Lukita, terdiri dari 147 pulau, di antaranya 5 pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, Nusa Kode, dan Gili Motang. Dari 137 ribu hektare Kawasan Taman Nasional Komodo, 60 persennya adalah perairan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN