Penerbitan Obligasi Masih Sepi, Perusahaan Tunggu Kebijakan Suku Bunga

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

11/7/2019, 14.00 WIB

Bank Indonesia akan menentukan kebijakan bunga acuannya pada Rapat Dewan Gubernur pada 17-18 Juli 2019.

obligasi, surat utang, bursa efek indonesia, bei
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Suasana Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang akan menerbitkan obligasi pada semester II 2019 ini baru ada tiga perusahaan lantaran masih menunggu arah kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia (BI).

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengantongi tiga perusahaan yang bakal menerbitkan surat utang atau obligasi dalam waktu dekat berdasarkan pipeline per 8 Juli 2019. Dua perusahaan di anataranya sudah resmi mencatatkan obligasinya di BEI pada Rabu (10/7) kemarin.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, terkait dengan sedikitnya perusahaan yang masuk dalam rencana penerbitan obligasi karena banyak perusahaan yang menunggu arah kebijakan tingkat suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).

"Pipeline obligasi kan menunggu, melihat perkembangan dari kebijakan tingkat suku bunga," kata Nyoman ketika ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (11/7). Seperti diketahui, tingkat suku bunga acuan BI, BI 7-day (Reverse) Repo Rate saat ini berada di angka 6,00% dan sudah bertahan di level tersebut sejak November 2018.

Ada pun, perusahaan pertama yang masuk dalam daftar pipeline, namun sudah merealisasikan penerbitan surat utang, yaitu PT Mora Telematika Indonesia. Perusahaan penyedia jasa internet ini menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Moratelindo Tahap I Tahun 2019 dengan nilai Rp 1 trilliun.

(Baca: Pemerintah Jual Obligasi SBR ke-7 Secara Online, Bunga Minimal 7,5%)

Obligasi syariah tersebut terdiri dari dua seri yakni seri A bernilai Rp 347 miliar dengan tenor 3 tahun yang jatuh tempo pada 9 Juli 2022. Seri A memiliki imbal ijarah sebesar 9,9% atau Rp34,35 miliar per tahun. Seri selanjutnya yaitu, Seri B dengan nilai Rp 653 miliar bertenor 5 tahun yang jatuh tempo pada 9 Juli 2024. Seri B memiliki imbal ijarah sebesar 10,5% atau Rp 68,56 miliar per tahun.

Obligasi selanjutnya yang baru saja diterbitkan yaitu Indonesia Eximbank dengan tajuk Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank IV Tahap V Tahun 2019. Ada pun, Eximbank menerbitkan obligasi tersebut dengan nilai emisi Rp 2 triliun.

Ada pun, obligasi ini terdiri dari empat seri. Seri A jumlah pokoknya senilai Rp 224 miliar dengan tingkat suku bunga 7,45% dan jatuh tempo pada 19 Juli 2020. Lalu, Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp 233 miliar dengan tingkat suku bunga 8,45% dan jatuh tempo pada 9 Juli 2022.

Seri selanjutnya, yaitu Seri C dengan jumlah pokok penerbitan Rp 219 miliar dengan tingkat suku bunga 8,70% dan memiliki tenor hingga 9 Juli 2024. Seri terakhir, yaitu Seri D dengan jumlah pokok Rp 520 miliar dengan tingkat suku bunga 9,20% dan jatuh tempo pada 9 Juli 2026.

(Baca: The Fed Akan Turunkan Suku Bunga, Rupiah Menguat Jadi 14.095 per US$)

Berikutnya perusahaan yang masuk dalam daftar pipeline penerbitan obligasi yaitu PT PP Properti Tbk (PPRO) dengan tajuk Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III Tahun 2019. Anak usaha PT PP ini berencana untuk menerbitkan obligasi dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp 534,5 miliar.

Obligasi ini hanya terdiri dari satu seri di mana tingkat suku bunganya 11,00% dan akan jatuh tempo pada 19 Juli 2022. Rencananya masa penawaran umum obligasi ini dilakukan pada 15-16 Juli 2019 dan tanggal penjatahan sehari setelahnya. Mereka memperkirakan tanggal pencatatan di BEI untuk obligasi berkelanjutan ini pada 22 Juli 2019.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha