Jokowi Dorong Produk Kreatif UKM Mampu Tembus Pasar Global

Penulis: Michael Reily

Editor: Sorta Tobing

12/7/2019, 18.39 WIB

Jokowi menilai, produk ekonomi kreatif punya nilai tambah tinggi dan bisa menjadi andalan ekspor untuk memperbaiki neraca dagang.

Sejumlah produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ikut dalam program bazar online #BelidanPeduli kerjasama Bank DBS dan Bukalapak di Jakarta, Selasa (3/11).
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi produk UKM. Jokowi meminta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mengembangkan produk kreatif agar bisa menembus pasar global.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia kalah saing untuk pasar yang butuh produksi massal. Padahal, produk ekonomi kreatif yang punya nilai tambah tinggi bisa menjadi andalan untuk ekspor sehingga memperbaiki neraca perdagangan.

Jokowi meminta supaya pelaku usaha mengembangkan produk kreatif. "Ada banyak peluang yang kita bisa masuk. Itu adalah pasar niche yang jumlahnya kecil, tertentu, tetapi nilai tambah dalam pasar global besar sekali," katanya pada acara Karya Kreatif Indonesia Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat (12/7).

Menurut Jokowi, produk UKM binaan BI pada pameran itu memiliki nilai lebih karena ada dukungan pendanaan serta pemasaran. Peningkatan kualitas yang jauh lebih baik itu terlihat dalam hal kemasan, pembangunan merek, hingga desain.

Dia mengungkapkan, proses kurasi serta peningkatan nilai produk bisa menghasilkan nilai yang lebih mahal. Sehingga, UKM juga mampu menghasilkan produk lebih banyak. "Sehingga ketemu produk yang premium, produk yang kualitasnya tinggi, dan jual harga berapapun orang akan tetap senang," ujar Jokowi.

(Baca: Pertumbuhan Desain Komunikasi Visual Pesat, Kontribusinya Masih Minim)

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan pihaknya sudah memiliki 898 UKM binaan dari 46 kantor perwakilan. Sebanyak 173 UKM sudah memiliki akses terhadap pendanaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta perbankan swasta.

Dia juga menyebutkan sebanyak 355 UKM sudah go digital dan menjual produk seharga Rp 35 miliar lewat marketplace sepanjang 2018. Salah satu capaian tahun lalu adalah 91 UKM sudah mampu menjual produk untuk ekspor, nilainya sebesar Rp 1,4 triliun.

Perry mengungkapkan dalam pameran selama tiga hari, ada 28 slot untuk business matching UKM dan perbankan, serta 30 tempat untuk business matching dengan eksportir dan importir. Ada juga 30 pembahasan untuk masuk ke platform digital seperti e-commerce dan financial technolig (fintech).

Para UKM binaan BI siap untuk maju dalam peningkatan produk serta persaingan dalam perdagangan global. "Kami juga pasangkan mereka dengan desainer sehingga kelasnya meningkat dari taraf internasional, yang tadinya hanya lokal," kata Perry.

(Baca: Pesan Jokowi ke Bukalapak: Bantu 52 Juta UMKM)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha