Pertagas Targetkan Proyek Pipa Blok Rokan Selesai Dua Tahun Lagi

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

12/7/2019, 17.35 WIB

Target tersebut mundur dari perkiraan PGN yang optimistis pengerjaan pipa bisa selesai tahun depan.

pertamina, blok rokan, pgn
Katadata | Arief Kamaludin
Ilustrasi, pembangunan pipa migas. Pergantian pipa di Blok Rokan dilakukan untuk mempertahankan produksi minyak ketika terjadi alih kelola dari Chevron Pacific Indonesia ke Pertamina pada 2021 mendatang.

Pertamina telah menunjuk Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk mengerjakan proyek pergantian pipa minyak Blok Rokan. Hal ini dilakukan karena pipa tersebut sudah beroperasi selama 40 tahun.

Direktur Utama Pertagas, Wiko Migantoro mengatakan, pihaknya sedang melakukan desain awal atau front end engineering design (FEED). Proyeksinya, proyek pipa Blok Rokan bisa selesai dua tahun ke depan. "Target selesai Agustsus 2021," ujar Wiko.

Target ini berbeda dari perkiraan PGN sebelumnya, yang optimistis pengerjaan pipa bisa selesai tahun depan. Sebab, PGN dan Pertagas akan membangun pipa baru sehingga tidak perlu membongkar pipa eksisting. Dengan cara tersebut, produksi Blok Rokan juga tidak akan terganggu.

(Baca: PGN Targetkan Pergantian Pipa Blok Rokan Rampung Tahun Depan)

Pergantian pipa dilakukan untuk mempertahankan produksi Blok Rokan ketika terjadi alih kelola dari Chevron Pacific Indonesia ke Pertamina pada 2021 mendatang. Sebab, Pertamina khawatir produksi Blok Rokan turun ketika dikelola oleh perusahaan plat merah tersebut. 

Pada tahun ini saja, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menurunkan target  produksi minyak siap jual (lifting) minyak blok ini menjadi190 ribu barel minyak per hari (BOPD). Angka tersebut turun 9,2% dibandingkan realisasi tahun 2018 yang mencapai 209.478 BOPD.

Hingga semester pertama 2019, realisasi produksi minyak siap jual (lifting) Blok Rokan pun hanya mencapai 194 ribu BOPD. Angka ini lebih rendah dibandingkan empat bulan pertama 2019 yang mencapai 195 ribu barel per hari (BOPD).

Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar kedua di Indonesia. Blok seluas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan. Tiga lapangan di antaranya berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap. Sejak beroperasi pada 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak.

(Baca: Pertamina Was-was Produksi Blok Rokan Terus Turun Seperti Blok Mahakam)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha