MA Kembali Tolak Permohonan Kasasi Prabowo-Sandi Terkait Pilpres

Penulis: Antara

Editor: Yuliawati

16/7/2019, 10.37 WIB

MA menyatakan N.O (niet ontvanklijk verklaard) atau tidak dapat menerima permohonan yang diajukan Prabowo-Sandi.

MA tolak kasasi Prabowo-Sandi
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Sidang putusan sengketa Pilpres 2019, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat (27/6).

Mahkamah Agung (MA) kembali menolak permohonan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam permohonan sengketa pelanggaran administrasi Pemilihan Umum (PAP).

Seperti permohonan sebelumnya, MA menyatakan N.O (niet ontvanklijk verklaard) atau tidak dapat menerima permohonan yang diajukan mengenai dugaan kecurangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"MA pada Senin (15/7) telah memutus permohonan pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai pemohon, dengan menyatakan permohonan pemohon tidak diterima," kata juru bicara MA Andi Samsan Nganro, seperti dikutip dari Antara, Selasa (16/7).

Selain tidak menerima perkara, MA juga membebankan kepada Prabowo-Sandi untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 1 juta.

(Baca: Alasan Mahkamah Agung Tolak Permohonan Tim Prabowo soal Pilpres)

Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Agung Supandi tidak menerima gugatan Prabowo-Sandi dengan pertimbangan dianggap tidak tepatnya objek permohonan II yang dipersoalkan melalui sengketa PAP. "Ini karena objek PAP berupa pembatalan penetapan pasangan calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463 ayat (4) dan (5) UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum juncto Pasal 1 angka 13 Perma Nomor 4 Tahun 2017, akan tetapi terhadap keputusan dimaksud tidak pernah ada," kata Andi.

Sedangkan terhadap objek permohonan I telah diputus oleh MA melalui putusan Nomor 1 P/PAP/2019 tanggal 26 Juni 2019 yang menyatakan permohonan pemohon ini tidak diterima.

"Sehingga terhadap objek permohonan ini tidak relevan lagi untuk dipertimbangkan. Dengan demikian MA tidak berwenang mengadili objek sengketa tersebut, oleh karena itu, permohonan pemohon harus dinyatakan tidak diterima," kata Andi.

Sebelumnya, MA menyatakan tidak dapat menerima permohonan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, karena dianggap tidak memiliki legal standing yang jelas pada 26 Juni lalu.

(Baca: Yusril Yakin MA Tolak Kasasi Kedua Prabowo-Sandi soal Pilpres)

Kemudian, pada 3 Juli, kuasa hukum kembali mengajukan permohonan yang sama dengan nomor register dengan Perkara Nomor 2P/PAP/2019. Bedanya, permohonan ini diajukan atas nama Prabowo-Sandi.

Ketika mengetahui tim BPN mengajukan gugatan kembali, Kuasa hukum pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, meyakini MA bakal kembali menolak permohonan PAP tersebut.

"Sangat aneh kalau tiba-tiba pemohonnya diganti dengan Prabowo dan Sandiaga Uno tetapi langsung mengajukan kasasi, sementara keduanya sebelumnya tidak pernah berperkara," kata Yusril, Rabu (10/7).

Yusril menilai, tim BPN salah langkah. Seharusnya mereka mengajukan permohonan ulang atas perkara ini dengan mengajukan kembali ke Bawaslu sebagai pengadilan tingkat pertama. "Jika perkara ditolak Bawaslu, barulah mereka ajukan kasasi ke MA," kata Yusril.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan