Lepas IMF, Lagarde akan Jadi Wanita Pertama Pimpin Bank Sentral Eropa

Penulis: Abdul Azis Said

Editor: Safrezi Fitra

18/7/2019, 10.04 WIB

Christine Lagarde juga merupakan perempuan pertama yang menjadi pemimpin IMF selama dua periode.

Christine Lagarde mundur dari IMF, Christine Lagarde akan menjadi presiden bank sentral eropa, Christine Lagarde jadi presiden ecb, pemimpin perempuan pertama di bank sentral eropa
Arief Kamaludin | Katadata
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde

Christine Lagarde Secara resmi telah mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Managing Director International Monetary Fund (IMF) terhitung 12 September mendatang. Keputusan ini menyusul pencalonannya dalam pemilihan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB). Ia dinominasikan oleh sejumlah pemimpin negara Eropa untuk mengisi jabatan penting sebagai petinggi di lembaga penting Uni Eropa (EU).

Jika berjalan mulus, Lagarde akan menggantikan posisi Presiden ECB saat ini, Mario Draghi, yang akan lengser pada Oktober 2019. Perwakilan dari 28 negara Eropa memilihnya sebagai presiden ECB berikutnya. Dia akan resmi mengemban jabatan itu mulai 1 November 2019 ini.

Perempuan kelahiran Prancis 1956 ini merupakan Direktur Pelaksana IMF ke-11. Dia tercatat sebagai perempuan pertama di lembaga keuangan dan moneter dunia tersebut. Tahun ini merupakan periode keduanya, setelah pertama kali terpilih pada tahun 2011 dan berlanjut terpilih kembali pada 2016.

Lagarde adalah seorang politikus yang pernah berkarir sebagai pengacara. Ibu dua anak ini merupakan lulusan fakultas hukum University of Paris X. Gelar magisternya diambil pada keilmuan politik di Political Science Institue, Aix en Provonce.

Mantan juara renang nasional Perancis ini pernah bekerja untuk Baker & McKenzie sejak 1981. Ia cukup betah bekerja untuk firma hukum internasional tersebut dan sempat mengisi jabatan-jabatan strategis. Spesialisasinya pada kasus terkait perburuhan, anti-trust, dan merger & akuisisi.

(Baca: Lagarde Puji Persiapan Rapat Tahunan IMF-Bank Dunia)

Dia mulai bergabung sebagai anggota komisi eksekutif pada 1995 dan ditunjuk sebagai ketua Komite Eksekutif Global, empat tahun kemudian. Pada 2004, dia dipromosikan untuk jabatan baru sebagai Ketua Komite Strategis Global Baker & McKenzie.

Setelah sekian lama bergulat dengan pekerjaan pada bidang hukum, ia mulai terjun ke politik dengan bergabung di Pemerintahan Perancis sebagai menteri pada 2005. Ia memulainya dengan menjabat sebagai Mentri Perdagangan pada kabinet periode kedua Presiden Jacques Chirac. Sempat direshuffle untuk jabatan Mentri Pertanian dan Perikanan untuk periode yang relatif singkat.

Lagarde kemudian ditunjuk sebagai Mentri Keuangan Prancis Kabinet Presiden Nicolas Sarkozy pada 2007 hingga 2011. Kecakapannya pada urusan keuangan negara membawanya maju dalam pencalonan pimpinan IMF pada 2011, saat masa jabatannya di Pemerintahan Perancis berakhir. Lagarde masuk ke IMF untuk mengisi kekosongan jabatan Direktur Pelaksana. Sebelumnya jabatan tersebut dipegang oleh Dominique Strauss-Kahn, yang terpaksa mundur karena terjerat kasus tuduhan pelecehan seksual.

Ia mengalahkan lawannya, Agustin Carstens, Gubernur Bank Sentral Meksiko setelah Lagarde mendapatkan dukungan dari Amerika dan Rusia. Apalagi dalam catatan struktur birokasi IMF, sejak berdiri hingga kini, pemimpinnya mayoritas berasal dari Eropa.

Lagarde menjadi orang Prancis ke-5 yang pernah menduduki kursi pimpinan IMF dan mencanangkan terwujudnya reformasi sistem moneter internasional. Dia mencatatkan kinerja yang positif selama menjabat pada periode pertama. Lagarde dinilai berhasil memainkan peran dalam membantu sejumlah negara anggota IMF selama terjadinya krisisekonomi global. Makanya, dia bisa terpilih kembali pada 2016 untuk periode jabatan kedua. Lagarde menjadi kandidat satu-satunya pada pencalonan.

Catatan kerjanya yang baik berhasil membawa Lagarde dihujani sejumlah penghargaan. Ia pernah dianugerahi penghargaan Legion d’honneur dari Presiden Prancis sebagai chevalier atau Ksatria pada 2000, kemudian diangkat sebagai officer atau perwira pada 2012.

Dia juga mendapatkan gelar kehormatan pada bidang akademisi, seperti yang diberikan oleh KU Leuven dan gelar kehormatan dari Univerite de Montreal. Berdasarkan survei Forbes 2018, Lagarde menjadi perempuan paling berpengaruh ketiga di dunia setelah Angela Merkel, Kanselir Jerman, dan Theresa May, Perdana Menteri Inggris.

Lagarde dalam Sengketa Bank Credit Lyonnais

Meski mengantongi sejumlah penghargaan bukan berarti Lagarde bersih dari catatan merah. Belum lama menjabat sebagai pimpinan IMF tahun 2011, nama Lagarde sempat tercatut dalam kasus penyalahgunaan uang negara. Uang ini diduga dipakai pemerintah untuk membayar ganti rugi yang dituntutkan oleh Bernard Tapie, bekas pemilik perusahaan brand pakaian terkemuka Adidas.

Lagarde yang saat itu masih menduduki kursi Mentri Keuangan Prancis dituduh menyalahgunakan jabatannya untuk menyetujui penyelesaian kasus itu dengan jalan arbitrase. Melalui arbitrase, Bernard Tapie diketahui mendapatkan uang ganti rugi US$ 430 juta. Awalnya pengusaha asal Perancis itu bersengketa dengan Credit Lyonnais. Tapie menuduh bank pelat merah Perancis ini menipunya saat ia melakukan penjualan saham Adidas pada tahun pada 2007.

Kasusnya berjalan alot hingga Kementrian Keuangan mengintervensi untuk menyelesaikannya. Beberapa pihak meminta Lagarde memutuskan agar kasus ini terus berlanjut di pengadilan. Namun Lagarde tak menggubris masukan tersebut. Dia justru meminta untuk menghentikan proses peradilan dan meminta komite arbitrase untuk menyelesaikannya.

Kasus itu bukan hanya hangat di Prancis, bahkan hingga ke dunia. Akhirnya putusan peradilan pada 2013 menyatakan tak ada bukti yang memberatkan Lagarde atas kasus itu. Namun, selama periode penyidikan Lagarde melalui kondisi di mana citranya mulai memburuk seiring penyidikan kasus yang, bahkan sampai pada penggeledahan apartemennya.

Lama tak terdengar setelah putusan 2013 itu, melansir dari The New York Times, pada Desember 2016, pengadilan kembali mengungkit keterlibatan Lagarde. Kali ini dia justru divonis bersalah. Meski tidak menjalani hukuman penjara, Lagarde dituntut untuk membayar denda.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha