Trader Cermati Tingginya Stok Bensin AS, Harga Minyak Dunia Turun

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Martha Ruth Thertina

18/7/2019, 12.11 WIB

“Pasar minyak sangat terbebani oleh cadangan musiman bensin, yang biasanya menjadi pertanda akan adanya hal buruk ke depan.”

harga minyak dunia turun
KATADATA
Ilustrasi Kilang Minyak

Harga minyak terus mengalami penurunan di tengah data kenaikan signifikan stok bensin di Amerika Serikat (AS) dan berlanjutnya ketegangan politik antara AS dan Iran.

Saat berita ini ditulis, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus tercatat US$ 56,63 per barel, turun US$ 0,15 atau 0,26% dari perdagangan sebelumnya. Sedangkan harga minyak Brent untuk pengiriman September tercatat US$ 63,64 per barel, turun US$ 0,02 atau 0,03% dari perdagangan sebelumnya.

Managing Partner Vanguard Markets Stephen Innes mengatakan konsumsi bensin AS sangat lemah di tengah musim puncak mengemudi. Lemahnya konsumsi tercermin dari stok bensin yang tinggi.

(Baca: Kementerian ESDM Imbau Badan Usaha Beli Solar dari Pertamina)

Stok bensin USOILG=ECI naik 3,6 juta barel, jauh melampaui ekspektasi analis yakni turun 925 ribu barel. Sedangkan stok USOILD=ECI naik 5,7 juta, di atas ekspektasi kenaikan 613 ribu barel.

Data ini lebih mempengaruhi para trader dibandingkan data penurunan stok minyak mentah AS. Stok minyak mentah AS USOILC=ECI turun 3,1 juta barel, lebih dalam dari ekspektasi analis yaitu 2,7 juta barel.

“Pasar minyak sangat terbebani oleh cadangan musiman bensin, yang biasanya menjadi pertanda akan adanya hal buruk ke depan,” kata Innes seperti dikutip Reuters, Kamis (18/7).

(Baca: ExxonMobil Dapat Rekomendasi Impor Solar Hingga 800 Ribu Kiloliter)

Pelaku pasar juga mengabaikan isu terganggunya produksi minyak mentah imbas Badai Barry yang melanda wilayah Teluk Meksiko. Pasar juga mengabaikan insiden lain yakni kapal tanker yang ditarik ke perairan Iran.

Pemerintah Iran menyebut hal itu sebagai upaya penyelamatan atas kapal yang mengalami gangguan teknis, namun hal ini menciptakan kebingungan di tengah ketegangan politik AS dan Iran.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan