Bank Mandiri Blokir 2.670 Rekening yang Saldonya Bertambah dan Dipakai

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Martha Ruth Thertina

20/7/2019, 19.35 WIB

Bank Mandiri menyatakan normalisasi saldo nasabah telah tuntas, kecuali untuk 2.670 rekening yang saldonya bertambah dan dipakai.

Bank Mandiri Blokir Rekening, Bank Mandiri Error, Saldo Mandiri Bertambah, Saldo Mandiri Berkurang
KATADATA
Bank Mandiri

Bank Mandiri melaporkan proses normalisasi saldo nasabah sudah tuntas, kecuali untuk 2.670 rekening yang bertambah saldonya. Rekening tersebut diblokir karena mentransaksikan dana yang bukan miliknya.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menjelaskan transaksi dana yang dimaksud seperti penarikan ataupun transfer dana. Ia menjelaskan nasabah mungkin saja melakukan transaksi karena tidak menyadari atau mengetahui problem yang terjadi.

"Kami akan meminta cabang kami untuk menghubungi mereka, menjelaskan, dan memperlihatkan mutasi rekening, bahwa ini bukan dana mereka, sehingga harus dikembalikan" kata dia kepada Katadata.co.id, Sabtu (20/7).

(Baca: Setelah Normalisasi Saldo, Bank Mandiri Nyatakan Seluruh Layanan Pulih)

Meski begitu, ia menilai jumlah yang diblokir tersebut tidak banyak bila melihat total rekening yang mengalami perubahan saldo. Bank Mandiri mencatat perubahan saldo dialami 10% nasabah, atau sekitar 1,5 juta nasabah.

Sejumlah nasabah Bank Mandiri melaporkan perubahan drastis saldo rekening pada Sabtu (20/7) pagi. Beberapa melaporkan saldonya berkurang, sedangkan beberapa lainnya melaporkan saldo bertambah.

(Baca: Saldo Berubah Drastis, Nasabah Bank Mandiri Temukan Pencatatan Janggal)

Dalam Konferensi Pers, Rohan menjelaskan perubahan drastis saldo terjadi akibat sistem eror. Insiden ini bermula dari bank yang melakukan proses tutup buku rutin di akhir hari. Saat proses itu berlangsung, data nasabah dipindahkan dalam sebuah backup server.

Kemudian, core server memproses transaksi yang terjadi di hari sebelumnya. "Saat backup server itu dipindahkan kembali ke core server pagi tadi, terjadi error corrupt di datanya 10% nasabah," kata Rohan.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, ada memory deffect atau cacat pada sistem perangkat keras (hardware) memori. Ini menyebabkan saldo nasabah tertukar. Selain itu, ada juga saldo nasabah yang tercatat minus.

(Baca: Investigasi Sementara Mandiri: Sistem Eror Buat Saldo Nasabah Tertukar)

Namun, Bank Mandiri masih akan melakukan audit sistem teknologi dan informasi-nya (IT) untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya sistem eror. “Bila dari audit IT kami menemukan bahwa ada yang kurang bagus pada hardware atau software kami, kami akan mencari vendor perangkat yang lebih baik lagi," ujarnya.

Seluruh layanan Bank Mandiri sudah kembali pulih sejak pukul 15.30 WIB. Pemulihan layanan dilakukan setelah normalisasi tuntas dan pemblokiran dilakukan atas 2.760 rekening. Layanan yang dimaksud meliputi internet banking, SMS banking, anjungan tunai mandiri (ATM), dan electronic data capture (EDC).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN